Ekonomi Lokal Terdongkrak, Bandung Gaungkan Diri Sebagai Kota Event Olahraga

Kota Bandung kian memperkuat posisinya sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga nasional. Tak hanya terkenal dengan kuliner dan udara sejuk, kini Bandung juga menjadi magnet event olahraga yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Ekonomi Lokal Terdongkrak, Bandung Gaungkan Diri Sebagai Kota Event Olahraga
Kota Bandung kian memperkuat posisinya sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga nasional. Tak hanya terkenal dengan kuliner dan udara sejuk, kini Bandung juga menjadi magnet event olahraga yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal.

INILAHKORAN, Bandung - Kota Bandung kian memperkuat posisinya sebagai pusat penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga nasional. Tak hanya terkenal dengan kuliner dan udara sejuk, kini Bandung juga menjadi magnet event olahraga yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung, Sigit Iskandar mengatakan, konsep “Bandung Kota event olahraga” menjadi strategi utama pemerintah kota dalam menggerakkan ekonomi berbasis jasa.

“Setiap event adalah peluang, bukan hanya untuk prestasi atlet, tapi juga untuk menghidupkan denyut ekonomi masyarakat,” kata Sigit Iskandar, Jumat 15 Agustus 2025.

Menurut ia, Dispora Kota Bandung saat ini menaungi 82 cabang olahraga prestasi dan 45 cabang olahraga masyarakat. Kegiatan yang digelar tidak hanya berdampak pada pencapaian atlet, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap sektor UMKM, perhotelan hingga kuliner.

event olahraga seperti fun run dan color run, disebutnya menjadi contoh konkret penggerak ekonomi. Dalam satu kegiatan fun run skala besar, hotel-hotel dalam radius tiga hingga lima kilometer bisa penuh. Kafe ramai dikunjungi, dan pedagang mengalami peningkatan omzet.

“Pajak yang masuk dari kegiatan ini digunakan untuk peningkatan fasilitas, pelatihan masyarakat dan pengembangan sport tourism di Bandung,” ucapnya.

Sigit menuturkan, beberapa cabang olahraga unggulan yang kerap menjadi daya tarik wisata antara lain sepak bola, bulu tangkis, pencak silat, taekwondo dan lari. Kejuaraan pencak silat misalnya, mampu menarik hampir 1.900 peserta dari berbagai daerah yang turut membawa keluarga dan menciptakan efek ganda pada perekonomian.

Namun kata ia, tantangan tetap ada. Salah satunya kemacetan saat event berlangsung. Untuk mengatasi hal tersebut, banyak kegiatan olahraga digelar pada pagi hari, sekitar pukul 05.00 WIB hingga 07.30 WIB sebelum aktivitas kota dimulai.

“Jika kita bandingkan antara manfaat dan tantangan yang muncul, dampak positifnya jauh lebih besar. Olahraga bukan hanya tentang prestasi atau kesehatan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan citra Bandung di tingkat nasional,” ujar dia. ***


Editor : JakaPermana