Inisiasi Tokopedia Nyam Dongkrak Omzet UMKM Lokal hingga 70 Persen
Tokopedia terus menggencarkan inisiatif hyperlocal. Strategi itu dilakukan demi mempermudah masyarakat menemukan berbagai produk kebutuhan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Tokopedia terus menggencarkan inisiatif hyperlocal. Strategi itu dilakukan demi mempermudah masyarakat menemukan berbagai produk kebutuhan dari penjual terdekat hingga menciptakan peluang dari berbagai daerah.
Salah satu wujud inisiatif dan kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Bandung di kategori makanan dan minuman yakni melalui kampanye Tokopedia Nyam Bandung.
“Kehadiran Tokopedia Nyam telah mendorong kenaikan drastis pada transaksi kategori makanan dan minuman terutama di tengah pandemi. Madu, batagor kuah, pisang bolen serta camilan khas Bandung seperti seblak menjadi beberapa produk di Tokopedia Nyam Bandung paling diburu masyarakat,” kata Head of Category Development Tokopedia Pranidhana Mahardhika, Rabu 15 September 2021.
Kylafood dan Dendeng Kukuruyuk merupakan contoh produk UMKM Bandung di kategori makanan dan minuman yang terus beradaptasi di tengah pandemi lewat pemanfaatan teknologi.
Berawal dari keinginan untuk membuktikan kelezatan dendeng buatan sang ibunda yang berbeda dengan dendeng lain pada umumnya, Novi pemilik usaha Dendeng Kukuruyuk menjadikan resep dendeng keluarga sebagai peluang usaha yang dapat dinikmati semua kalangan.
Novi memulai usahanya dengan mengikuti gelaran bazar di sejumlah tempat dan bergabung dengan Tokopedia pada 2019. Namun sejak PPKM, omzet Dendeng Kukuruyuk menurun drastis sehingga Novi memutuskan untuk bergabung dengan kampanye Tokopedia Nyam.
Baca Juga: Dirut Jamkrida Jabar Raih Penghargaan BIA 2021
“Selama pandemi, 60% penjualan kami berasal dari Tokopedia. Setelah dua bulan mengikuti kampanye Tokopedia Nyam, masyarakat dari Aceh hingga Papua dapat dengan mudah menemukan produk Dendeng Kukuruyuk. Kampanye ini membantu omzet kami meningkat,” jelas Novi.
Beda cerita dengan Kylafood. Dimulai hanya dari dua varian, camilan khas Jawa Barat itu kini lebih dari 40 varian yang sering dicari. Galih Ruslan, pemilik usaha Kylafood mengungkapkan dua produk favorit yang paling laris adalah seblak original dan batagor kuah.
Baca Juga: PT Len Industri Kejar Mimpi LRT Jabodebek Tanpa Masinis
“Saat awal pandemi, produk kami laku keras. Omzet melonjak sebesar 40% dibandingkan tahun sebelumnya,” sebutnya.
Lonjakan transaksi tersebut membuat Galih harus menambah karyawan. Untuk itu, dia bekerja sama dengan ketua RW setempat untuk merekrut karyawan tetap maupun paruh waktu. Galih juga memantapkan diri untuk mengembangkan terus bisnisnya lewat kanal online.
“Agar tetap relevan dengan perkembangan zaman khususnya di tengah pandemi, pemanfaatan platform digital seperti Tokopedia kini sudah menjadi sebuah keniscayaan bagi pelaku UMKM yang ingin mempertahankan bisnis. Berkat kampanye Tokopedia Nyam, omzet kami meningkat hingga 70%,” tambahnya. (*)
Editor : inilahkoran


