BI Jabar Sokong Ekspor Kopi Produksi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah Subang
Sebuah prestasi ditorehkan para penghasil kopi mitra Bank Indonesia (BI) Jabar di Kabupaten Subang. Mereka mencatatkan ekspor perdana.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebuah prestasi ditorehkan para penghasil kopi mitra Bank Indonesia (BI) Jabar di Kabupaten Subang. Mereka yang tergabung ke dalam Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah mencatatkan ekspor perdananya ke Arab Saudi.
Seremoni pelepasan ekspor dilakukan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala BI Jabar Herawanto, dan Bupati Subang Ruhimat di Pendopo Kabupaten Subang, Jumat 17 September 2021.
Herawanto menuturkan, kopi merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam perekonomian sebagai sumber penghasil devisa. Indonesia dikenal sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.
Baca Juga: Catat! Mulai Februari 2023, Korban PHK Dapat Bantuan Jaminan Kehilangan Pekerjaan
Berdasarkan data World Top Export 2020, nilai ekspor kopi Indonesia tercatat sebesar US$821juta atau 2,6% terhadap total ekspor dunia. Dengan nilai tersebut, ekspor kopi Indonesia menempati peringkat 10 dunia.
Dilihat dari daerah produksi di Indonesia, Jabar merupakan produsen kopi ke-9 terbesar. Namun demikian, perkebunan kopi di Jabar masih memiliki nilai produktivitas yang rendah, yaitu senilai 0,46 ton/ha. Angka itu masih lebih rendah dibandingkan produktivitas nasional, yaitu sebesar 0,58 ton/ha.
Menurutnya, Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah merupakan salah satu klaster kopi mitra BI Jabar penghasil kopi premium dengan brand kopi hofland. Para produsen kopi di Kabupaten Subang ini secara mandiri telah berhasil menembus pasar ekspor ke Saudi Arabia.
Baca Juga: FKS Food Perkuat Pasar dan Jaringan Distribusi Tepung Bola Deli ke Luar Jawa
"Secara total, Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah telah berhasil memperoleh kesepakatan ekspor sebesar 150 ton. Dalam ekspor perdananya, Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah mencatatkan penjualan sebesar 18 ton kopi, atau senilai US$148.230.
"Saya merasa bangga dan bersyukur atas keberhasilan Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, salah satu mitra yang turut berkontribusi dalam pemulihan ekonomi melalui ekspor komoditas unggulan. Ke depan, BI melalui sinergi bersama pemerintah dan seluruh komponen pentahelix terkait berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan ekonomi daerah melalui pemberdayaan sektor riil dan Klaster UMKM termasuk koperasi dan pondok pesantren," jelasnya.
Secara umum, sejak 2018 BI Jabar melakukan berbagai program pengembangan kopi melalui pengembangan klaster mitra di 9 wilayah yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, Kabupaten Subang, Kabupaten Majalengka, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Tasikmalaya.
Baca Juga: Perkuat Layanan PosAja! Pos Indonesia Perkenalkan Kurir O-Ranger Mawar dan Gandeng Nujek
Berbagai program pengembangan dilakukan untuk melakukan percepatan pengembangan komoditi ekspor kopi baik dari sisi hulu hingga sisi hilir. Berbagai program tersebut antara lain dalam pemberian bentuk bantuan teknis berupa pelatihan Budidaya, Pemanfaatan Pupuk MA 11, Q-Grader dan studi banding peningkatan produktivitas kopi.
Sejalan dengan pemanfaatan teknologi digital, BI Jabar juga memberikan pelatihan dan penerapan digital farming melalui pemanfaatan teknologi ceritech yang bertujuan membantu proses fermentasi dan pengeringan kopi.
Di sisi pemasaran, BI Jabar turut mendukung perluasan akses pasar baik di dalam negeri maupun luar negeri melalui berbagai promosi perdagangan yang dilakukan bekerja sama dengan kantor perwakilan BI di luar negeri serta digitalisasi pembayaran untuk klaster kopi melalui penerapan metode pembayaran dengan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). (*)
Editor : inilahkoran


