Rey Tangkap Peluang Kebutuhan Telekonsultasi Kesehatan saat Pandemi Covid-19

Seiring kemajuan teknologi, layanan kesehatan berupa konsultasi kini bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah.

Rey Tangkap Peluang Kebutuhan Telekonsultasi Kesehatan saat Pandemi Covid-19
CEO & co-Founder Rey Evan Tanotogono

INILAHKORAN, Bandung - Seiring kemajuan teknologi, layanan kesehatan berupa konsultasi kini bisa dilakukan tanpa harus keluar rumah. Rey sebagai start-up health insurtech berbasis aplikasi menangkap peluang tersebut.

Kondisi pandemi Covid-19 mendorong masyarakat memenuhi setiap kebutuhannya hanya melalui gawai yang dimiliki. Pembatasan mobilitas pun memaksa adanya adaptasi berupa perubahan perilaku dan kebiasaan masyarakat.

CEO & co-Founder Rey Evan Tanotogono mengatakan, meningkatnya kebutuhan Telekonsultasi merupakan cikal bakal hadirnya Rey. Perusahaan rintisan itu diakuinya sebagai alternatif solusi keterbatasan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurutnya, aplikasi kesehatan yang diciptakannya mendapat respons positif. Tak sedikit masyarakat yang memanfaatkannya untuk berinteraksi dengan dokter saat pandemi. Kehadiran fitur Telekonsultasi mempermudah pasien mengakses layanan kesehatan dan tidak lagi khawatir akan risiko penularan Covid-19.

Baca Juga: IDI: Teknologi Kesehatan Bisa Bantu Pandemi Menjadi Endemi

Dia mengakui, peranan dokter dalam aplikasi layanan kesehatan Rey hadir untuk membantu masyarakat agar dapat bisa menjangkau layanan kesehatan yang berkualitas.

“Kami menawarkan asuransi jiwa dan kesehatan dalam program membership berbasis langganan (subscription). Para member dapat menikmati ekosistem layanan kesehatan dalam bentuk digital. Misalnya, melakukan pemeriksaan gejala mandiri, Telekonsultasi dengan dokter, dan mendapatkan obat sesuai resep dokter," kata Evan, belum lama ini.

Dia menuturkan, nantinya obat tersebut akan diantar sampai ke rumah. Semua layanan diberikan gratis karena biaya ditanggung Rey sesuai paket manfaat yang telah dipilih pengguna.

"Preminya dirancang terjangkau dan lebih murah dari berlangganan film atau musik online karena member hanya mengeluarkan dana sebesar Rp69 ribu per bulan,” ujarnya.

Evan menambahkan, kecepatan dan kemudahan mendapatkan layanan kesehatan yang disediakan Rey dalam fitur Telekonsultasi tentu tidak terlepas dari kontribusi para dokter.

"Ketahanan para dokter saat berperang melawan Covid-19, tetap mengedukasi masyarakat agar peduli pada kesehatan melalui pemeriksaan medis. Bahkan masih ikut berperan dalam perluasan aksesibilitas layanan kesehatan dengan melayani masyarakat yang membutuhkan melalui Telekonsultasi adalah pengabdian tulus yang patut diapresiasi dan dihormati,” jelasnya.

Baca Juga: Ingat Protokol Kesehatan Meskipun Macet Dimana-mana

Evan mengakui, pihaknya terus menyerukan kepada masyarakat untuk tetap patuh pada protokol kesehatan, mengikuti vaksinasi Covid-19, dan mencari informasi mengenai penyakit dan pengobatan pada sumber yang benar yaitu ke dokter. Fasilitas pelayanan kesehatan yang diberikan Rey bisa mendapatkan tips, diagnosa, dan resep dari dokter atau terhindar dari tidak salah persepsi dalam menangani keluhan kesehatan dan tidak sembarang mengonsumsi obat.

"Ini adalah cara sederhana yang bisa lakukan untuk mendukung para tenaga kesehatan agar tetap bertahan melaksanakan tugas mulianya,” tambahnya.

Sementara itu, Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals dr Jeffri Aloys Gunawan menyebutkan masyarakat bisa memanfaatkan gawai untuk mendapatkan layanan kesehatan, seperti layanan konsultasi online dengan dokter atau Telekonsultasi.

Menurutnya, kebutuhan Telekonsultasi melonjak saat pandemi seiring dengan pemberlakuan PPKM yang masih berlangsung sampai saat ini. Hal ini disebabkan keterbatasan mengakses fasilitas pelayanan kesehatan demi menghindari penyebaran virus.

Baca Juga: Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Pandemi dengan Meningkatkan Kualitas Hidup

Menghadapi tantangan tersebut, dr Jeffri menyebutkan dibutuhkan lompatan teknologi dan kemudahan mengakses layanan fasilitas pelayanan kesehatan terutama saat pandemi. Sebab, saat kesehatan terganggu perlu segera ditangani dokter.

"Sayangnya, keterbatasan akses memperlambat proses pengobatan. Ditambah lagi prosedural medis yang panjang berdampak pada meningkatnya biaya pemeriksaan medis. Pada akhirnya memengaruhi finansial masyarakat yang semakin terbatas karena ancaman pandemi," sebutnya.

Dia menambahkan, salah satu solusi untuk menolong pasien agar dapat segera mendapatkan solusi atas keluhan rasa sakitnya yakni Telekonsultasi karena dokter dapat segera memberikan pertolongan bagi pasien dengan gejala ringan sehingga pasien tidak perlu harus mengantre ke fasiltas pelayanan kesehatan.***(doni ramdhani)


Editor : inilahkoran