OJK: Pandemi, Industri Jasa Keuangan di Jabar Tumbuh 6,88 Persen
Hingga September 2021, stabilitas sistem keuangan Jabar masih dalam kondisi terjaga. Kinerja IJK relatif stabil dan makin bertumbuh positif.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 2 Jabar Indarto Budiwitono mengatakan, hingga September 2021 penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) masyarakat perbankan Jabar bertumbuh sebesar 7,35% (yoy).
“Seiring pertumbuhan DPK, penyaluran kredit dan pembiayaan juga tumbuh positif sebesar 6,88% (yoy). Capaian itu diakuinya lebih baik dari nasional yang bertumbuh sebesar 2,21% (yoy),” kata Indarto Budiwitono, akhir pekan lalu.
Baca Juga: Triwulan III 2021, Laba Bersih BJB Tumbuh 17,5 Persen
Menurutnya, percepatan akses keuangan masyarakat Jabar kini menjadi prioritas. Mengingat akses keuangan sangat diperlukan tidak hanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga untuk menggerakkan perekonomian di masa pandemi dengan tersedianya akses terhadap sumber pembiayaan atau produk serta jasa keuangan lainnya.
Untuk itu, pihaknya terus meningkatkan pengawasan dan mendorong pelaksanaan kebijakan yang telah dikeluarkan untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan sektor jasa keuangan seiring dengan bangkitnya perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19. Dia mengharapkan agar lembaga jasa keuangan Jabar tetap memiliki cukup ruang untuk berkontribusi dalam menyediakan pembiayaan ke sektor yang produktif dan potensial.
Indarto Budiwitono menuturkan, di tengah perkembangan intermediasi keuangan tersebut risiko kredit perbankan di Jabar masih pada level manageable meskipun mengalami kenaikan dari periode sebelumnya dengan indikator non-performing loan (NPL) gross September 2021 sebesar 3,96%. Pada periode yang sama tahun lalu, rasionya tercatat sebesar 3,65%.
Baca Juga: Inilah Daftar 151 Pinjol Ilegal yang Diblokir Satgas Waspada Investasi OJK
Sedangkan, dari penetrasi pasar modal di Jabar menunjukkan kenaikan signifikan. Jumlah single investor identification (SID) tercatat bertumbuh 110% menjadi sebanyak 1,29 juta. Angka ini meraih kontribusi sebesar 20,3% dari total SID nasional dan menempati posisi pertama diikuti DKI Jakarta dan Jawa Timur.
“Transaksi saham per September 2021 mencapai Rp322 triliun atau sekitar 9,06% dari transaksi nasional. Pertumbuhan ini menunjukkan produk pasar modal telah menjadi salah satu pilihan utama dari masyarakat dalam berinvestasi di masa pandemi Covid-19,” ujar Indarto Budiwitono.
Dari sisi pembiayaan, kemudahan akses yang ditawarkan fintech lending menjadi salah satu opsi masyarakat Jabar yang membutuhkan pembiayaan secara cepat. Hingga Agustus 2021, tercatat pembiayaan sebesar Rp67,7 triliun yang disalurkan kepada 13,23 juta peminjam di Jabar.
Baca Juga: OJK dan BI Jabar Berikan Bantuan 10 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 untuk Pelaku Usaha dan Warga Garut
Indarto Budiwitono menjelaskan, jumlah outstanding pembiayaan meningkat sebesar 122,7% dengan nominal Rp6,8 triliun dan memiliki porsi tertinggi (26%) dari provinsi lainnya di Indonesia. Namun, mengingat maraknya fintech lending ilegal yang dapat merugikan masyarakat dengan bunga sangat tinggi dan penyalahgunaan data pribadi, masyarakat agar senantiasa mencermati izin atau legalitas fintech lending yang dikeluarkan.
Hingga kini, OJK secara berkelanjutan melakukan asesmen terhadap sektor jasa keuangan dan perekonomian untuk menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional serta terus memperkuat sinergi dengan para stakeholder.
Baca Juga: OJK: Jumlah Investor Pasar Modal Tumbuh 50 Persen
Untuk itu, OJK KR 2 Jabar senantiasa memperkuat koordinasi dengan para stakeholder terkait untuk memenuhi prasyarat yang dibutuhkan dalam mendukung peningkatan kinerja intermediasi. Prinsipnya, tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta senantiasa melakukan pengawasan melalui pemantauan berkesinambungan terhadap kinerja IJK di Jabar.
“Itu juga untuk memastikan kondisi yang memadai, beroperasi secara sehat, efisien dan berdaya saing,” tambah Indarto Budiwitono.***(doni ramdhani)
Editor : inilahkoran


