BJB Optimistis Tatap 2022

Seiring digenjotnya vaksinasi, BJB optimistis hingga akhir 2021 ini akan terus mencatatkan kinerja positif.

BJB Optimistis Tatap 2022
Direktur Utama BJB Yuddy Renaldi optimistis pada 2022 mendatang BJB akan tetap tumbuh positif.

INILAHKORAN, Bandung - Seiring digenjotnya vaksinasi, BJB optimistis hingga akhir 2021 ini akan terus mencatatkan kinerja positif.

“Hingga akhir tahun ini, pemerintah akan menggenjot vaksinasi Covid-19 hingga cakupannya mencapai 90%. Untuk itu, kita lebih optimistis menatap 2022 ke depan untuk lebih tumbuh positif,” kata Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJB) Yuddy Renaldi di Bali, akhir pekan lalu.

Menurutnya, untuk menopang pertumbuhan tersebut pihaknya akan menjalankan sejumlah strategi. Terlebih, belum lama ini BJB Sekuritas melengkapi inisiasi perseroan yang relatif mumpuni.

“Ke depan, kita pun menginisiasi adanya pertumbuhan anorganik. Kita akan terus berkolaborasi dengan rekan perbankan lainnya. Intinya, tahun depan BJB akan memiliki aset yang akan tumbuh signifikan dengan inovasi dan kreativitas. Begitu pula dengan pertumbuhan laba dan aset,” ujar Yuddy Renaldi.

Baca Juga: DPRD Jabar Minta bjb Bantu Perekonomian Desa

Dia menuturkan, sepanjang 2021 ini geliat ekonomi nasional mulai menunjukan tren positif. Pertumbuhan mulai kembali tercatat di berbagai sektor, menjadi penanda roda ekonomi nasional mulai kembali berputar.

Pada tahun ini pun, bisnis BJB mengalami pertumbuhan di setiap kuartalnya. Sebagai bagian dari aktor pendorong pemulihan ekonomi nasional, BJB siap menyambut positif kebangkitan ekonomi dengan optimis.

Yuddy Renaldi menyebutkan, gerak pemulihan ekonomi dan kehidupan sosial yang terjadi secara gradual adalah angin segar yang patut disyukuri. BJB melalui segenap kapasitas yang dimilikinya akan terus mendorong upaya akselerasi kebangkitan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Triwulan III 2021, NPL Bank Bjb Alami Penurunan di Tengah Pandemi Covid-19

Sepanjang 2021, BJB berhasil menorehkan kinerja yang impresif. Hal tersebut tercermin dari total kredit perbankan yang tumbuh 6,9% (yoy) menjadi Rp95,1 triliun dengan tingkat risiko yang terjaga. Selain itu, BJB juga mengalami kenaikan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 7,8% (yoy) menjadi Rp124,4 triliun.

Hal tersebut didorong tingkat kepercayaan masyarakat yang besar untuk menyimpan dananya di BJB, yang terlihat dari peningkatan tabungan sebesar 5,4% (yoy) dan deposito sebesar 12,9% (yoy).

“Dengan angka pertumbuhan kredit dan DPK tersebut, total aset BJB tumbuh sebesar 7,9% year on year menjadi Rp Rp159,2 triliun. Sedangkan laba bersih perusahaan mencapai Rp1,4 triliun atau tumbuh positif 17,5% year on year,” jelas Yuddy Renaldi.

Baca Juga: DPRD Jabar Dorong BJB Fokus Program Sokongan UMKM

Selain itu, hal positif lainnya yakni kualitas kredit BJB juga terjaga dan terkelola dengan baik dimana rasio NPL turun menjadi 1,3%. Angka ini lebih baik dibandingkan rata-rata NPL industri perbankan nasional yang berada di angka 2,9% hingga Agustus 2021.

Sementara itu, Direktur Information Technology, Treasury and International Banking BJB Rio Lanasier mengatakan perseroan yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemprov Jabar itu tak pernah berhenti melakukan penguatan digitalisasi dan melahirkan produk baru digital. Guna mengoptimalkan layanan digital, pada 2021 ini BJB meluncurkan sejumlah inovasi baru terkait pembayaran digital.

Beberapa di antaranya yakni fitur new Digi dan DigiCash serta peresmian kolaborasi dengan fintech e-commerce yang diberi nama E-pays. Menurutnya, new digital payments iitu memberikan kemudahan dalam bertransaksi. BJB melalui uang elektronik DigiCash yang dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi digital.

Baca Juga: BJB Terus Berinovasi untuk Penuhi Kebutuhan Transaksi Digital Masyarakat

BJB diakuinya memegang komitmen untuk terus melakukan berbagai inovasi teknologi sesuai dengan kapasitas sebagai lembaga jasa keuangan dengan semangat untuk terus bertransformasi dan berinovasi menjadi penggerak dalam berkontribusi menghadirkan kemajuan di seluruh penjuru negeri.

“Inovasi dan kolaborasi merupakan kunci dalam memenangkan persaingan ke depan. Karenanya dukungan layanan digital terus dioptimalkan,” ucap Rio Lanasier.

Sejauh ini, dukungan yang sudah dilakukan di antaranya berkolaborasi bersama Bank Indonesia (BI) dalam Tim Percepatan Digitalisasi Daerah (TP2DD) untuk literasi pembayaran dan penerimaan daerah berbasis digital. Selain itu, kemudahan pembayaran melalui layanan digital BJB berupa mobile banking, QRIS, uang elektronik, virtual account, internet banking corporate, agen Laku Pandai, serta produk-produk lainnya.***(dnr)


Editor : inilahkoran