Reaktivasi Jalur KA Cibatu Garut: Menanti Titah Pemerintah
Keputusan reaktivasi jalur KA Cibatu Garut sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Sejauh ini, PT KAI sudah menyelesaikan tugasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Keputusan reaktivasi jalur KA Cibatu Garut sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Sejauh ini, PT KAI sudah menyelesaikan tugasnya.
Jalur KA sepanjang Cibatu Garut rampung sudah. Sejumlah stasiun lintasan di sepanjang reaktivasi jalur KA Cibatu Garut itu dibangun kembali. Bahkan, bangunan anyar Stasiun Garut pun kini megah berdiri.
Mengenai reaktivasi jalur KA Cibatu Garut tersebut, Manager Humas Daop 2 Bandung Kuswardoyo mengatakan itu hanya tinggal menunggu bendera start dikibaskan pemerintah. Dalam hal ini, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang mempunyai otoritas.
Baca Juga: Reaktivasi Rel Kereta Api di Banten Ditarget Rampung September 2021
“Sebagai operator, PT KAI (Kereta Api Indonesia) siap mengoperasikan reaktivasi jalur KA Cibatu Garut ini. Bahkan, kita siap 1.000 persen,” kata Kuswardoyo di Stasiun Garut, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kesiapan itu pun dibuktikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana. Di lintasan itu, empat stasiun rampung dibangun. Mulai dari Stasiun Cibatu, Pasirjengkol, Wanaraja, hingga Stasiun Garut seluruhnya siap menyambut calon penumpang moda transportasi massal. Rel sepanjang 19,3 km pun relatif siap dilalui KA.
Selain itu, Kuswardoyo menyebutkan kesiapan lainnya untuk mengoperasi jalur yang diyakini menarik untuk perjalanan wisata itu. Dia mengaku, jauh-jauh hari pihaknya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan menjalankan reaktivasi jalur KA Cibatu Garut.
Baca Juga: Pemkab Garut Kembangkan Desa Wisata di Jalur Reaktivasi KA
“Kita sudah plotting jumlah pegawai yang akan ditempatkan. Untuk menjaga sarana dan prasaran yang sudah dibangun, kita pun sudah menempatkan sejumlah petugas untuk menjaga. Di Stasiun Garut ini kita sudah menempatkan Isa Septa sebagai kepala stasiun,” ujarnya seraya menyebutkan jaringan internet pun hanya menunggu dikoneksikan.
Kuswardoyo menuturkan, masyarakat setempat pun antusias menyambut dioperasikannya reaktivasi jalur KA Cibatu Garut. Guna memfasilitasi calon pengguna jasa, akses jalan pun diakuinya sudah diaspal dan relatif mudah dan layak dilalui masyarakat.
Disinggung mengenai dukungan pemerintahan daerah setempat, dia mengaku operasionalisasi segera jalur itu didukung penuh Pemkab Garut. Sejauh ini, Bupati Garut Rudy Gunawan sebagai pemegang otoritas di daerah itu kerap berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan menyampaikan keinginan warga lokal untuk segera diresmikan reaktivasi jalur KA Cibatu Garut.
Baca Juga: PT KAI: Reaktivasi Jalur Cipatat-Padalarang Tiga Tahun ke Depan
“Intinya, prasarana dan sarana untuk rekativasi jalur KA Cibatu Garut itu sudah siap. Tapi, (beroperasinya jalur KA) semua itu kembali ke pemerintah. Kita kami masih menunggu kebijakana pemerintah terkait reaktivasi,” tuturnya.
Sementara itu, di Stasiun Pasirjengkol, Camat Sukawening Jeje J Abidin menungkapkan antusiasme masyarakat setempat menanti beroperasinya jalur KA tersebut. Dia mengharapkan, reaktivasi jalur KA Cibatu Garut itu bisa meningkatkan kemajuan daerah. Bahkan, saat digelar sentra vaksinasi Covid-19 di Stasiun Pasirjengkol itu ratusan warga menyempatkan melihat-lihat stasiun baru yang belum dioperasikan itu.
“Masyarakat ingin secepatnya reaktivasi jalur KA Cibatu Garut ini dioperasikan,” tambah Jeje.
Baca Juga: KAI Salurkan Rp388 Juta untuk Masjid Sekitar Reaktivasi Rel di Garut
Dari informasi yang dihimpun, warga setempat pun mayoritas mengharapkan operasionalisasi jalur KA itu segera diresmikan beroperasi. Sulistiani (36) mengaku gembira bisa mengikuti vaksinasi seribu dosis warga Garut. Lantaran penyuntikan dilakukan di dalam kereta Rail Clinic.
Warga Desa Sukaluyu, Kabupaten Garut itu menyempatkan waktu untuk mengikuti vaksinasi seribu dosis warga Garut di Stasiun Pasirjengkol, Rabu (15/12) lalu. Bersama anaknya yang masih kecil, Sulistiani membawanya ke dalam kereta Rail Clinic yang menjadi tempat penyuntikan vaksin Covid-19.
Baca Juga: Perdana, Daop 2 Bandung Jalankan Lokomotif Reaktivasi Jalur Cibatu-Garut
Sebelumnya, KAI mengerahkan semua kemampuan untuk reaktivasi jalur KA Cibatu Garut. Pada awal 2020 lalu, operator moda transportasi massal itu fokus reaktivasi jalur nonaktif sejak 1983 tersebut segera terealisasi. Bahkan, Daop 2 Bandung sempat mengoperasionalkan lokomotif perdana di jalur KA Cibatu-Garut.
Bahkan, saat KAI mengoperasikan Grafik Perjalanan Kereta (Gapeka) 2019 itu tertera jalur KA Cibatu-Garut masuk dalam daftar perjalanan. Artinya, secara administratif jalur tersebut sudah disiapkan melayani masyarakat. (dnr)
Editor : inilahkoran


