Podomoro Park Prediksi Produk Land Bank Siap Bangun Jadi Incaran Pasar pada 2022
Tedi Guswana menyatakan, permintaan mengenai land bank siap bangun di kawasan Podomoro Park sudah ramai ditanyakan konsumen sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Marketing GM Podomoro Park Tedi Guswana menyatakan, permintaan mengenai land bank siap bangun di kawasan Podomoro Park sudah ramai ditanyakan konsumen sejak 2021.
“Kita sudah prediksi dari tahun lalu, kecenderungan permintaan land bank siap bangun terus meningkat. Selain untuk investasi, produk Podomoro Park itu untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang berbeda. Jadi, untuk mengakomodir itu kita siapkan Land Bank type Ananta,” kata Tedi, Senin 17 Januari 2022.
Menurutnya, berdasarkan riset Lamudi.co.id sebagai penyedia laman properti itu menunjukkan data kelompok umur pencari land bank siap bangun berada di rentang 25-34 dan 18-24. Dia mengatakan, kelompok umur tersebut terdapat arti yang bisa diintrepretasikan Podomoro Park.
Baca Juga: Podomoro Park Bandung Tawarkan Land Bank Siap Bangun Istimewa
"Dari data yang ditampilkan Lamudi.co.id, kita lihat kelompok usia milenial memilih lahan atau land bank siap bangun karena keinginan desain yang disesuaikan bisa untuk usaha, kantor, atau studio. Intinya, lahan yang punya fleksibilitas tinggi," ujarnya.
Tedi menuturkan, salah satu faktor tingginya permintaan land bank siap bangun di Podomoro Park yakni kawasannya yang istimewa. Mengusung konsep resort, penghuni akan merasa tinggal di kawasan yang sejuk dan asri karena pengalokasian 50% lahan untuk kawasan terbuka hijau menjadi kekuatan dan daya tarik Podomoro Park.
"Kawasan itu ya faktor yang paling diincar. Kita punya danau, fasilitas olahraga lengkap, belum lagi konsep one stop living di kawasan seluas 130 hektare," jelasnya.
Baca Juga: Hadir Perdana di Kabupaten Bandung, Gerai McDonald’s Ada di Podomoro Park
Selain itu, fasilitas dan kemudahan cara bayar menjadi faktor tingginya pembelian land bank siap bangun. Meski banyak konsumen yang memilih lahan siap bangun karena perawatannya yang mudah, murah dan punya nilai capital gain tinggi, tak sedikit orang yang memperhitungkan pembelian tanah kaveling melalui cara bayarnya.
Salah satu konsumen land bank siap bangun, Irwan (37) mengungkapkan kebahagiaannya setelah memiliki lahan siap bangun di kawasan terpadu Podomoro Park.
"Pada 2021 akhir, saya investasi lahan di type Ananta, capital gain lebih dari 12 persen per tahun. Ini bisa jadi pertimbangan besar," ujar Irwan.
Baca Juga: Podomoro Park Bandung Gelar Groundbreaking Sekolah dan Masjid Raya Al Azhar
Kendati bukan asli Bandung, dia memilih investasi di kawasan Bandung Selatan karena Podomoro Park punya instrumen investasi yang diperkirakan akan terus meningkat seperti kawasan hijau, danau, fasilitas, dan potensi Kabupaten Bandung di bidang ekonomi dan pariwisata.
Lantaran hal itu, Irwan memutuskan untuk tidak mau berlama-lama menunggu harga land bank siap bangun menjadi lebih mahal.
"Saya mungkin termasuk konsumen awal di tipe Ananta. Kemudahan cara bayar melalui cash bertahap dan potongan untuk harga awal jadi keputusan tepat saya di tahun 2021 untuk investasi," tuturnya.
Lamudi.co.id termasuk lembaga survei properti yang menyebutkan pada 2022 ini merupakan tahun yang akan memberikan dampak besar bagi para developer di Indonesia. Tidak hanya penjualan rumah, permintaan tanah kaveling juga terus meningkat di tahun ini.
Baca Juga: Pertama di Indonesia, Podomoro Park Bandung Hadirkan Klaster Rumah Tumbuh ke Bawah
Tanah merupakan instrumen investasi yang terbilang tahan banting menghadapi kondisi sulit dan krisis, hal ini dibuktikan oleh harga tanah yang terus meningkat setiap tahunnya meski mengalami badai pandemi sejak akhir 2019.
Data Lamudi.co.id sebagai penyedia laman properti menyebut, terdapat peningkatan angka sebesar 31,41% di kuartal IV 2021 jika dibandingkan kuartal III di tahun yang sama. Peningkatan pencarian permintaan lahan siap bangun sebesar 31,41% ini salah satu indikasi kuatnya investasi tanah diterjang berbagai krisis termasuk pandemi.
Salah satu peningkatan permintaan penjualan lahan siap bangun berada di kota-kota besar seperti Bogor, Bandung, Medan, Bali, dan Yogyakarta. Kota-kota tersebut dianggap memiliki instrumen investasi yang kuat jangka panjang, makannya banyak pembeli lahan siap bangun mengincar kota ini.
Selain itu, kenaikan harga tanah bisa mencapai 10-20% per tahun tergantung dari daya tarik lokasi tersebut. Untuk itu banyak developer yang terus berupaya membangun kawasannya agar memiliki daya saing dan menjadi target investasi calon konsumen. (dnr)
Editor : inilahkoran


