Eks NII Mengakui Banyak Pejabat Negara Terafiliasi
Mantan eks Negara Islam Indonesia (NII) yang juga Ketua Yayasan Prabu Asep Margono mengakui, tidak sedikit pejabat negara saat ini yang terafiliasi dengan NII.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Mantan eks Negara Islam Indonesia (NII) yang juga Ketua Yayasan Prabu Asep Margono mengakui, tidak sedikit pejabat negara saat ini yang terafiliasi dengan NII.
Bahkan, kata Asep, mereka masuk dalam posisi strategis pemerintahan. Di mana tugasnya adalah mengatur sistem, agar ada uang negara yang masuk ke NII.
"Dialihkan pada organisasi dia. Dana hibah, yang terkoneksi dengan dia pasti diarahkan ke sana," ujar Asep saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis 11 Desember 2025.
NII ini. kata dia, dari 41 faksi yang ada hanya memanfaatkan orang untuk kepentingan sendiri. Mereka memengaruhi, agar orang mau memberikan harta kekayaannya untuk NII.
"Makanya dulu itu banyak mahasiswa kedokteran dan sebagainya, diambil uangnya," katanya.
NII dimulai dari gerakan Darul Islam (DI) dan diproklamasikan oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada 7 Agustus 1949 di Tasikmalaya. Tujuannya untuk menjadikan NKRI sebagai negara teokrasi Islam.
Gerakan ini melibatkan perlawanan bersenjata (DI/TII) dan memicu konflik dengan pemerintah Republik Indonesia, sebelum akhirnya Kartosoewiryo dieksekusi pada 1962, namun ajarannya terus hidup dan bermetamorfosis menjadi berbagai kelompok, termasuk yang terkait dengan isu-isu kontemporer seperti NII.
Editor : Doni Ramdhani

