Eksplorasi Sumur Migas NEAC Indramayu Dimulai, Serap Tenaga Kerja Lokal

PT Tirta Wijaya Karya (TWK) mulai menggarap pembangunan akses jalan dan penyiapan lokasi eksplorasi sumur migas North East Akasia Cinta (NEAC) di Desa Lombang.

Eksplorasi Sumur Migas NEAC Indramayu Dimulai, Serap Tenaga Kerja Lokal
Humas PT Tirta Wijaya Karya, Wahyu, menyebut pembangunan akses jalan dan lokasi eksplorasi sumur migas NEAC di Desa Lombang ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua bulan.

INILAHKORAN.ID-PT Tirta Wijaya Karya (TWK) mulai menggarap pembangunan akses jalan dan penyiapan lokasi eksplorasi sumur migas North East Akasia Cinta (NEAC) di Desa Lombang, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Tahap awal pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua bulan.

Humas PT Tirta Wijaya Karya, Wahyu, mengatakan pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan akses menuju lokasi pengeboran, penyiapan area eksplorasi, hingga pembangunan cellar sebagai fasilitas pendukung pengeboran.

"Target pekerjaan untuk akses jalan, lokasi eksplorasi, serta cellar sekitar dua bulan," ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan kawasan yang disiapkan memiliki luas sekitar empat hektare. Namun, pembangunan hanya dilakukan pada area yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan eksplorasi sumur migas.

Menurut Wahyu, seluruh tahapan pekerjaan berjalan lancar berkat dukungan Pemerintah Desa Lombang, Muspika Kecamatan Juntinyuat, serta masyarakat. Sebelum proyek dimulai, perusahaan juga telah melakukan sosialisasi di Aula Desa Lombang yang dihadiri pemerintah desa, unsur Muspika, dan tokoh masyarakat.

"Alhamdulillah sinergi dengan pemerintah desa, Muspika, dan masyarakat berjalan baik. Sebelum pekerjaan dimulai kami sudah melakukan sosialisasi bersama semua pihak terkait," katanya.

Wahyu berharap eksplorasi yang dilakukan Pertamina dapat menemukan cadangan minyak dan gas bumi yang ekonomis sehingga mampu mendukung ketahanan energi nasional.

Sementara itu, Kuwu Desa Lombang, H. Pandi, menyatakan pemerintah desa mendukung penuh proyek eksplorasi tersebut. Menurutnya, proyek ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Ia menyebut harga sewa lahan milik warga meningkat dibanding sebelumnya. Selain itu, kesempatan kerja bagi masyarakat Desa Lombang juga mulai terbuka.

"Kami mengutamakan tenaga kerja dari Desa Lombang, terutama untuk pengamanan dan pekerjaan pendukung lainnya," ujarnya.

Untuk sementara sekitar 20 warga telah terserap bekerja sebagai petugas pengamanan, pengamanan alat berat, hingga tenaga pendukung lapangan. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring meningkatnya aktivitas proyek eksplorasi.

Pengelolaan tenaga kerja lokal dipusatkan melalui Karang Taruna Desa Lombang agar proses rekrutmen berjalan lebih tertata dan menghindari potensi persoalan di lapangan.

Selain membuka lapangan pekerjaan, perusahaan juga menyiapkan program tanggung jawab sosial bagi masyarakat. Salah satunya berupa kegiatan bakti sosial dan rencana pasar murah pada Agustus mendatang dengan sekitar 500 paket yang akan dibagikan kepada warga melalui pemerintah desa.

Di sisi lain, perwakilan Karang Taruna Desa Lombang, Muhammad Saerudin, menegaskan organisasinya mendukung pelaksanaan proyek selama perusahaan memenuhi seluruh ketentuan pengelolaan lingkungan.

"Kami akan mengawal isu-isu lingkungan dan mendorong perusahaan memenuhi seluruh kewajiban, termasuk UKL-UPL. Kalau ada yang dilanggar, kami tetap objektif," tegasnya.

Ia berharap proyek eksplorasi migas tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kelestarian lingkungan dan kepatuhan terhadap seluruh regulasi yang berlaku.***


Editor : JakaPermana