Program IMRAN 2026 Targetkan 3.400 Siswa SD di Cirebon Hafal Juz 30 Al-Quran

Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat pendidikan karakter melalui pembelajaran Al-Quran.

Program IMRAN 2026 Targetkan 3.400 Siswa SD di Cirebon Hafal Juz 30 Al-Quran
Bupati Cirebon H. Imron meluncurkan Program IMRAN 2026 yang menargetkan 3.400 siswa SD Negeri di Kabupaten Cirebon hafal Juz 30.

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kabupaten Cirebon terus memperkuat pendidikan karakter melalui pembelajaran Al-Quran. Tahun 2026, Pemkab Cirebon menargetkan sebanyak 3.400 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) mampu menyelesaikan hafalan Juz 30 melalui Program Indonesia Mengajar Al-Quran (IMRAN).

Target tersebut ditandai dengan peluncuran program Imran 2026 oleh Bupati Cirebon, H. Imron. Program hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon itu menjadi salah satu strategi memperkuat pendidikan karakter di sekolah negeri melalui pembelajaran tahfiz Al-Quran.

Koordinator program Imran, KH. Mahdi Mujtahid, mengatakan pelaksanaan program pada tahun ajaran 2025/2026 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebanyak 2.479 siswa SD Negeri berhasil menuntaskan hafalan Juz 30, sementara lebih dari 2.000 siswa lainnya telah menguasai sekitar tiga perempat isi Juz 30.

"Capaian ini tidak mungkin terwujud tanpa sinergi yang kuat antara Pemerintah Kabupaten Cirebon, PCNU, Dinas Pendidikan, para pembimbing tahfiz, pihak sekolah, dan dukungan penuh dari orang tua," ujar Kiai Mahdi, Jumat (24/7/2026).

Keberhasilan tersebut menjadi modal untuk memperluas jangkauan program pada tahun ajaran berikutnya. Ketua PCNU Kabupaten Cirebon, KH. Aziz Hakim Syaerozi, optimistis target 3.400 penghafal Juz 30 dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Tahun ini kami menargetkan 3.400 siswa SD Negeri mampu menghafal Juz 30. Kami ingin melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya hafal Al-Quran, tetapi juga memiliki karakter religius serta mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, menilai program Imran telah menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter peserta didik. Menurutnya, pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang unggul secara akademik sekaligus memiliki akhlak dan fondasi spiritual yang kuat.

"Program ini menjadi penguat pendidikan karakter di sekolah. Kami ingin peserta didik tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berilmu, sekaligus berakhlak mulia," ujarnya.

Bupati Cirebon H. Imron menegaskan Kabupaten Cirebon sebagai Kota Wali memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan kebijakan yang memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam dunia pendidikan.

Menurutnya, program Imran merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul secara intelektual sekaligus kokoh secara moral dan spiritual.

"Sebagai Kota Wali, Kabupaten Cirebon harus terus mengembangkan program-program religius yang mampu membentuk generasi muda yang beriman," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana