INILAH, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merotasi sedikitnya 24 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar di Gedung Sate, Jumat (4/1/2019) Sore. Diketahui, menginjak tahun 2019 ini, Emil -sapaan Ridwan Kamil- membenahi struktur pemerintahannya dengan merombak puluhan pejabat eselon II.
Adapun dari 54 Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar, 25 jabatan kepala OPD diisi melalui rotasi. Sementara 15 jabatan kepala OPD lainnya akan diisi melalui lelang jabatan.
"Hari ini kita melantik yang dirotasi sesuai peraturan," ujar Emil.
Dia mengatakan, tujuan utama perombakan pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Jabar ini guna mengakselerasi seluruh program pembangunan yang diusung. Dengan begitu, dalam waktu dekat formasi tetap untuk eselon tingkat dua bisa terisi.
"Sehingga mesin birokrasi Pemprov Jabar bisa ngabret (ngebut) sesuai yang kita harapkan," katanya.
Disinggung soal lelang jabatan, dia berharap, setiap pejabat yang mendampinginya selama lima tahun ke depan tersebut bisa sesuai kriteria.
"Sebagai Gubernur baru, saya butuh spek-spek yang sesuai, saya mah gak macem-macem, semua konsultasi ke Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri)," katanya.
Orang nomor satu di Jabar ini memastikan, lelang jabatan tersebut akan digelar dengan transparan. Hal tersebut sebagai pembuktian bahwa pihaknya bersikap profesional dalam pengisian jabatan-jabatan strategis. Emil juga membantah jabatan yang dilelang diisi pejabat-pejabat titipan.
"Yang ada titipan itu kalau enggak dilelang, itu baru ada titipan. Kalau seleksi terbuka mah independen, panelisnya independen," katanya.
Agar roda pemerintahan bisa berjalan dengan maksimal, dia berharap pejabat terpilih nanti bisa memiliki chemistry dengannya.
"Nanti biasanya ada tiga besar (lolos seleksi), harus ada chemistry, nah itu diskresi" jelasnya.
Emil tak ingin lelang jabatan yang digelarnya ini dinilai memiliki kepentingan politis. Justru andaikata ada yang menilasi seperti itu, dia sampaikan, itu sebuah kekeliruan.
"Kalau politik mah tafsir. Saya dipeci ditafsir, saya diam ditafsir, ngomong ditafsir, itu mah terserah orang mau menafsir, cuman saya sampaikan tafsirnya keliru," kata Emil.
Saat didesak pertanyaan apakah ada jaminan bahwa lelang jabatan ini profesional, Emil kembali menegaskan, lelang jabatan justru menunjukkan bahwa pihaknya ingin bersikap profesional.
"Saya harus pake kalimat apa lagi, seolah akang bertanya itu tidak yakin seorang Ridwan Kamil profesional, gitu? Makanya, saya sampaikan dengan seleksi terbuka itu sudah menunjukan (profesional). Saya punya pilihan, maka dibikin terbuka se-Indonesia," katanya.
Menurut dia, lelang jabatan tersebut bukan berarti pihaknya tak ingin merekerut pejabat eselon II yang sudah berada di lingkungan Pemprov Jabar. Dia hanya menginginkan, para pejabat pendampingnya mampu menjalankan visi dan misinya dalam membangun Jabar.
"Memaksakan diri harus dari pemprov sendiri, terus yang dikorbankan kemajuan pembangunan, perubahan yang harus ngabret hanya demi alasan yang sebenarnya tidak sesuai hukum. Justru pertanyaannya balik kepada yang bertanya, kenapa kok keberatan? Jangan-jangan ada kepentingan," pungkas Emil.