INILAH, Bandung-Sedikitnya ada 500 aduan berita bohong yang telah diverifikasi tim Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks setelah diluncurkan pada Jumat (7/12/2018) lalu.
Tim ini dibentuk Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memagari masyarakat dari isu yang tak bisa dipertanggung Jawabkan. Di mana 90 persen personelnya merupakan anak milenial yang ahli di bidang Information technology (IT).
"Dalam seminggu ini saja 117 aduan, berarti kalau satu bulan sudah 500-an berita bohong yang dimintai verifikasi," ujar Ridwan Kamil, Jumat (4/1/2019).
Emil -sapaan karib Ridwan Kamil- merasa semringah, lantaran salah satu program yang digagasnya tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Itu tampak dari aduan-aduan yang masuk melalui setip media sosial Tim Jabar Saber Hoaks.
"Tapi saya mendapat apresiasi luar biasa dari semua pihak bukan hanya di Jabar. Ini contoh proaktivnya pemerintah dalam menjaga kondusivitas," katanya.
Emil sampaikan, cukup banyak berita hoaks yang telah diverifikasi, dari mulai soal ungkapan 'Hey Tayo' yang disangkut pautkan dengan Yahudi hingga isu yang merugikan ekonomi.
Menurut Emil, tak hanya membuat situasi tidak kondusif, namun berita hoaks pun memanf terbukti merugikan secara ekonomi. Salah satunya, isu bencana longsor yang terjadi di Jalan Garut Pamengpeuk, belum lama ini.
"Itu mengakibatkan kerugian ekonomi, banyak pembatalan di pantai pantai Garut selatan gara-gara berita hoaks," ungkapnya.
Orang nomor satu di Jabar ini memang kerap kali melaporkan lima aduan teratas alias Top Five klarifikasi hoaks kepada masyarakat lewat akun instagram pribadinya @ridwankamil.
"Kita menunggu laporan dari masyarakat, setelah itu diranking, dari 100 persen laporan mana yang paling banyak. Setelah it dibikin lah top five," paparnya.
Memasuki Pemilu 2019 ini, Emil tak menampik isu politik mendominasi aduan dari masyarakat. Misalnya saja berita hoaks yang mengaitkan dengan calon wakil presiden nomor urut 1 Ma'ruf Amin.
"Di minggu kemarin, dua top hoaksnya adalah Ucapan Selamat Natal Ma'ruf Amin dengan Menggunakan Pakaian Santa dan Mobil Pendukung Capres 2019 Masuk Sawah," pungkasnya.