Potensi Kredit Ayam Petelur Jabar Rp565 Miliar, Baru Terserap Rp81 Miliar
Potensi kredit sektor peternakan Jabar mencapai Rp565 miliar, tetapi baru Rp81 miliar terserap. Program EGG menyasar 4.665 peternak ayam petelur.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Potensi bisnis Ayam Petelur di Jawa Barat masih memiliki ruang pembiayaan yang cukup besar. Dari potensi kredit sektor Peternakan yang mencapai Rp565 miliar, realisasi pembiayaan yang terserap baru sekitar Rp81 miliar.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat ekosistem usaha peternak melalui program EGG (Endog Jabar Go Global).
Program EGG tidak hanya diarahkan untuk membuka akses pembiayaan, tetapi juga memperkuat literasi keuangan dan tata kelola usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu peternak ayam petelur meningkatkan skala bisnisnya.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, ayam petelur memiliki nilai Ekonomi yang besar karena dapat dikembangkan mulai dari skala rumah tangga hingga industri.
“Ayam, baik pedaging maupun petelur, sangat potensial. Tidak semuanya harus dikonsumsi, sebagian bisa dijual untuk meningkatkan pendapatan,” ujar Herman dalam acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Implementasi Pengembangan Komoditas Unggulan Ayam Petelur melalui Layanan Inklusi Keuangan di Bappeda Jabar, Kota Bandung, baru-baru ini.
Menurut Herman, penguatan pembiayaan menjadi salah satu kunci agar potensi sektor peternakan tidak berhenti pada aktivitas produksi, tetapi dapat berkembang menjadi sumber peningkatan pendapatan masyarakat.
“Jadi kami berharap sektor peternakan, khususnya ayam petelur, bisa menjadi pengungkit. Sederhana, tetapi luar biasa dampaknya. Bukan hanya skala industri, termasuk skala rumah tangga,” ucapnya.
Data yang disampaikan Herman menunjukkan masih terdapat kesenjangan cukup besar antara potensi pembiayaan dan kredit yang telah tersalurkan. Dari potensi kredit sektor peternakan sebesar Rp565 miliar, plafon yang terealisasi baru sekitar Rp81 miliar dengan outstanding sekitar Rp49 miliar.
Ruang pembiayaan tersebut menjadi salah satu sasaran program EGG. Pemprov Jabar dan OJK mendorong peternak agar lebih siap mengakses layanan keuangan sekaligus memiliki kemampuan mengelola pembiayaan secara produktif.
Kepala OJK Jabar Darwisman mengatakan, program EGG menyasar 4.665 peternak ayam petelur yang tersebar di 21 sentra peternakan di Jawa Barat.
“Program ini diharapkan mampu memberikan dampak riil terhadap perekonomian dan tidak hanya berhenti pada peningkatan akses keuangan semata,” katanya.
OJK juga menghitung potensi pendapatan peternak berdasarkan skala populasi ayam. Peternak dengan sekitar 2.000 ekor ayam, misalnya, disebut berpotensi memperoleh pendapatan sekitar Rp34,88 juta per bulan.
“Yang kedua akan mendorong peningkatan pendapatan peternak. Dalam hitungan kami, 2.000 ternak ayam itu akan memperoleh income per bulannya Rp34,88 juta per bulan,” ujarnya.
Penguatan sektor ayam petelur Jawa Barat juga mulai diarahkan ke pasar internasional. Dalam kesempatan tersebut dilakukan peresmian ekspor 7.000 ekor day old chick (DOC) dan 6,3 ton produk olahan ke Timor-Leste dengan nilai sekitar 22 ribu dolar AS.
Ekspansi pasar tidak berhenti di Timor-Leste. DOC asal Jawa Barat juga direncanakan menyasar Myanmar, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
Program EGG selanjutnya dikembangkan di 18 kabupaten dan 9 kota di Jawa Barat. Ekosistem tersebut dibangun dengan melibatkan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, peternak, eksportir, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya.
Dengan skema tersebut, pengembangan ayam petelur Jawa Barat diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi telur, tetapi juga memperkuat akses modal, tata kelola usaha, pendapatan peternak, hingga membuka jalur pemasaran ke luar negeri.***
Editor : JakaPermana

