Enam UMKM Juara Jajal Malaysia
Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat mengirimkan enam pelaku UMKM Juara ke Malaysia International Branding Showcase di Putra World Trade Center (PWTC) Kuala Lumpur Malaysia, pada 12-14 Desember 2019. Mereka mempromosikan dan memasarkan produk-produk unggulan Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat mengirimkan enam pelaku UMKM Juara ke Malaysia International Branding Showcase di Putra World Trade Center (PWTC) Kuala Lumpur Malaysia, pada 12-14 Desember 2019. Mereka mempromosikan dan memasarkan produk-produk unggulan Jawa Barat.
Kepala Dinas KUK Jabar Kusmana Hartadji berharap produk-produk UMKM Jabar semakin dikenal di masyarakat luas baik regional, nasional maupun luar negeri. Terpenting, dalam hal ini untuk mendorong pelaku UMKM lebih pede dan berani dalam memasarkan produk-produknya.
"Salah satu kendala yang dihadapi pelaku UMKM yakni pasar. Walaupun pemasaran online diera saat ini sangat dominan namun pemasaran melalui pameran dan Expo dinilai masih memberikan andil yang cukup besar dalam pemasaran produk UMKM," ujar Kusmana, Jumat (27/12/2019).
Adapun enam pelaku UMKM yang diboyong ke pameran di Malaysia tersebut merupakan peserta UMKM Juara yang masuk dalam enam besar. Enam UMKM Juara ini, yaitu Sankimo Urinior Bag (Kabupaten Bandung), Jil & Leather Specialist (Kabupaten Garut), Mukena Hijra (Kota Banjar), Siwang Binih (Kabupaten Indramayu), Kopi Hofland (Kabupaten Subang), dan Ahen Premium Liquid Sugar (Kota Sukabumi).
Menurut dia, pemasaran atau promosi melalui pameran cukup mahal dan berat bagi pelaku UMKM. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil memfasilitasi pemasaran produk UMKM melalui pameran.
"Itu seperti Cooperative Fair, Gelar Produk Koperasi dan UMKM pada Puncak Peringatan Harkop tingkat provinsi dan masih banyak lain," katanya.
Sementara khusus untuk Program UMKM Naik Kelas atau UMKM Juara, Dinas KUK Provinsi Jawa Barat memfasilitasi sejumlah pameran seperti Gelar produk dan temu bisnis UMKM Jabar Juara yang digelar di 27 kabupaten kota di Jawa Barat yang mendapatkan dukungan dari pejabat bupati/walikota. Selain itu, ada pameran luar provinsi bagi pelaku UMKM Jawa Barat dan UMKM Jabar Juara serta peserta One Pesantren One Product (OPOP) seperti ke Jakarta, Bali, Jawa Timur, Kendari, Medan, Kepulauan Riau-Batam, Provinsi Riau, Banjarmasin. Pameran luar negeri untuk produk UMKM Jabar Juara ke Malaysia dan program OPOP ke Halal Summit 2019 di Turki.
Para UMKM Juara yang ikut Pameran di Malaysia mengaku, pameran di luar negeri sangat memberikan wawasan pengetahuan yang luar biasa bermanfaatnya. Pameran di dalam negeri dan di luar negeri menurut peserta memiliki karakteristik yang berbeda.
“Pameran di Bandung atau masih dalam negeri tidak terlalu masalah. Mungkin karena masih dalam negeri pengirim dan pajak pun tidak rumit. Namun, marketing di luar negeri jauh berbeda. Kita masih harus belajar untuk menentukan harga dan lainnya,” ujar Pipit Sandra Puspita, owner Mukena Hijra Kabupaten Banjar.
Menurutnya, dengan pameran di Malaysia membuka jalan produk mukena miliknya masuk pasar luar negeri. Kesempatan ini, ia manfaatkan untuk menambah ilmu tentang berjualan, bertransaksi dengan mitra Luar Negeri. Untuk menetapkan harga jual produk saja, kita perlu menambahkan biaya kirim, biaya pajak dan lainnya. Hal ini, yang tidak mungkin di dapat bila kita tidak terlibat langsung di pameran luar negeri seperti ini.
"Selain itu, berinteraksi langsung dengan buyer di luar negeri juga membantu kita mengetahui material atau bahan apa yang disukai oleh konsumen. Contohnya, konsumen Malaysia ternyata sangat menyukai produk mukena yang tipis berbahan katun yang dipadupadankan dengan bordir dan batik. Bagi konsumen Malaysia harga tidak masalah yang penting kenyamanan. Ini ilmu bagi saya,” papar Pipit.
Produk Mukena Hijra selama di Malaysia International Branding Showcase habis terjual. Bahkan Pipit mengaku, mendapatkan buyer asal Malaysia untuk memasarkan produknya di Malaysia. “Pemilik mall dan toko di Malaysia tertarik menjadi distributor produknya. Menjelang lebaran, ia akan ke Indonesia dan ke Banjar untuk membeli produk kami,” jelasnya.
Pengalaman lainnya dirasakan Arief Sudirman Owner Ahen Premium Liquid Sugar asal Kota Sukabumi. Produknya Gula Kawung Cair sangat disukai konsumen Malaysia. Selama ini, konsumen Malaysia menggunakan Gula Malaka yang rasanya relatif kurang begitu enak. Mereka menilai Gula Kawung Cair Ahen sangat enak dan aman dikonsumsi karena tidak menyebabkan diabetes.
"Masyarakat Malaysia saat ini lebih mengutamakan kesehatan. Mereka takut diabetes dan gula kawung cair ini bisa jadi alternatif untuk itu. Prospek pasarnya sangat bagus baik yang cair maupun serbuk. Saya menilai pameran di Malaysia sangat bagus untuk memperluas pasar gula kawung kami. Pengusaha Malaysia tertarik untuk menjadi distributor gula kawung cair kami dan mereka akan datang ke Sukabumi,” katanya.
Diakui Arief, pemasaran Ahen Premium Liquid Sugar selama ini dilakukan secara online dan melalui distributor. Omzet perbulan mencapai Rp50 juta bahkan hingga Rp60 juta. Untuk produksi cukup memadai bahan baku bisa terpenuhi dari Sukabumi, Cianjur dan daerah lainnya.
Sejak mengikuti program UMKM Juara Dinas KUK Jabar, permintaan produk gula cair terus meningkat. Bahkan pabrikan mulai banyak memesan produknya terutama produk kopi. Gula Kawung cair miliknya sangat pas dipadupadankan dengan kopi.
Mariana Octavia, salah satu Owner Sankimo Orinior Bag mengaku, senang mengikuti pameran di Malaysia. Pengalaman bernegosiasi dengan buyer Malaysia maupun asing lainnya menjadi ilmu yang bermanfaat. Selain itu, pamor Sankimo dengan pameran ini semakin meningkat. Ada 5 (lima) buyer potensial yang ingin menjjagi produknya.
"Kita juga ada permintaan untuk bulan Haji dari pengusaha Malaysia, kantong urin Sankimo memang paling pas digunakan pada bulan haji. Mohon doanya, mudah-mudahan pesanan bisa berjalan sesuai harapan,” jelas Mariana. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Doni Ramdhani

