Erupsi Gunung Anak Krakatau, 299 Personel Samapta Disiapkan untuk Evakuasi
Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Polri menyiapkan 299 personel, 10 K9, kendaraan rescue, SAR dan patroli.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Korps Samapta Baharkam Polri memperkuat kesiapsiagaan personel, peralatan, patroli, SAR, dan layanan kepolisian untuk menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berstatus Level III atau Siaga.
Sebanyak 299 personel disiapkan bersama 10 ekor K9, kendaraan rescue, kendaraan karhutla, dapur lapangan, kendaraan K9, serta berbagai peralatan SAR.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan kesiapsiagaan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi situasi darurat seorang diri.
"Masyarakat membutuhkan kepastian bahwa ketika terjadi sesuatu, ada personel yang siap membantu. Untuk itu, Polri menyiapkan personel, kendaraan, peralatan SAR, K9, patroli, serta layanan Polisi 110 agar bantuan dapat dijangkau dengan cepat," kata Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Apel Kesiapan Tanggap Darurat Digelar
Kesiapan personel telah diperkuat melalui Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana yang digelar di Lapangan Apel Korsabhara Baharkam Polri pada Minggu (6/9).
Apel tersebut dipimpin Kepala Korsabhara Baharkam Polri Inspektur Jenderal Polisi Nazli.
Kesiapsiagaan kemudian diperkuat di wilayah dengan perintah kepada Dirsabhara/Dirsampata Polda Banten, Polda Lampung, dan Polda Metro Jaya untuk melaksanakan apel kesiapsiagaan pasukan.
Langkah tersebut sekaligus memastikan personel di wilayah memiliki kesiapan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat apabila kondisi berkembang.
Trunoyudo menegaskan kesiapsiagaan Polri bukan untuk menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
"Prinsip kami adalah memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bantuan ketika membutuhkan. Personel Samapta Baharkam dan jajaran kewilayahan siap melaksanakan patroli, memberikan pelayanan, membantu evakuasi, serta mengerahkan kemampuan SAR sesuai kebutuhan di lapangan," jelasnya.
Patroli hingga Evakuasi Disiapkan
Kesiapsiagaan Samapta Baharkam Polri ditujukan untuk memastikan masyarakat memperoleh bantuan secara cepat apabila terjadi gangguan keamanan, hambatan mobilitas, kebutuhan evakuasi, pencarian dan pertolongan, maupun kondisi darurat lainnya.
Personel Samapta dan unsur terkait akan memperkuat patroli di wilayah yang berpotensi terdampak.
Patroli mencakup kawasan permukiman, jalur lalu lintas, wilayah pesisir, serta lokasi yang menjadi akses masyarakat.
Patroli dilakukan untuk memantau situasi sekaligus memberikan bantuan apabila ditemukan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Selain patroli, personel SAR, Perintis, Satwa, dan K9 disiapkan agar dapat segera digerakkan untuk mendukung pencarian, pertolongan, evakuasi, dan penyelamatan.
Kendaraan rescue, peralatan SAR, masker, dapur lapangan, serta berbagai perlengkapan pendukung lainnya juga disiapkan untuk menunjang pelayanan di lapangan.
Polisi 110 Siap Terima Laporan Darurat
Trunoyudo menegaskan kehadiran Polri dalam situasi bencana tidak hanya berkaitan dengan pengamanan.
"Polri hadir untuk membantu masyarakat, menjaga kelancaran aktivitas, membuka akses, melakukan patroli, membantu evakuasi, serta melaksanakan pencarian dan pertolongan. Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat menghubungi layanan 110," katanya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menggunakan layanan Polisi 110 untuk menyampaikan laporan, meminta bantuan, maupun memperoleh pelayanan kepolisian ketika menghadapi kondisi darurat, gangguan keamanan, hambatan di lapangan, atau situasi lain yang membutuhkan kehadiran personel.
Masyarakat diimbau menyampaikan informasi secara jelas, meliputi lokasi kejadian, kondisi yang dihadapi, kebutuhan bantuan, serta nomor yang dapat dihubungi.
Setiap laporan akan diterima dan ditindaklanjuti sesuai jenis kebutuhan serta perkembangan situasi di lapangan.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Dipantau
Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III atau Siaga menjadi perhatian masyarakat.
Setelah mengalami erupsi menerus sekitar 25 jam, aktivitas vulkanik GAK masih terus dipantau dan potensi erupsi susulan tetap menjadi perhatian.
Sebaran abu vulkanik juga berdampak pada sejumlah wilayah di Banten dan Lampung serta memengaruhi aktivitas penerbangan.
Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan personel dan peralatan di wilayah terdampak menjadi penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Masyarakat Diminta Tidak Panik
Polri mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.
Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta mematuhi batas atau zona bahaya yang telah ditetapkan.
Khusus masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik, penggunaan masker dan perlindungan mata dapat dilakukan sesuai anjuran instansi kesehatan.
Masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.
"Tidak perlu panik, tetapi jangan lengah. Ikuti informasi resmi. Jika membutuhkan bantuan kepolisian, hubungi layanan 110. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, Polri siap hadir," tutur Trunoyudo.***
Editor : JakaPermana

