Eskalator Skybridge Mulai Dibenahi: Empat Bulan Mati Kini Diperbaiki

TIGA eskalator Skybridge Bojonggede kembali diperbaiki. Fasilitas ini ditargetkan berfungsi lagi pada Desember.

Eskalator Skybridge Mulai Dibenahi: Empat Bulan Mati Kini Diperbaiki
PERBAIKAN ESKALATOR: Kepala Dishub Kabupaten Bogor Bayu Ramawanto meninjau kondisi eskalator di Skybridge Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/10). Pemkab Bogor mulai memperbaiki tiga unit eskalator Skybridge Bojonggede, yang tidak beroperasi selama empat bulan terakhir akibat kerusakan sejumlah komponen.(ANTARA/M FIKRI SETIAWAN)

Selama sekitar empat bulan terakhir, pengguna Skybridge Bojonggede harus kehilangan akses eskalator yang biasanya membantu perjalanan menuju Stasiun Bojonggede. 

Kerusakan sejumlah komponen membuat tiga unit eskalator berhenti beroperasi, sementara fasilitas penghubung antarmoda itu setiap hari digunakan masyarakat untuk mengejar perjalanan dengan kereta rel listrik (KRL).

Kini, Pemerintah Kabupaten Bogor mulai memperbaiki ketiga eskalator tersebut. Pengerjaan yang dimulai pekan ini ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2026 agar fasilitas itu kembali bisa digunakan dengan aman.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor Bayu Ramawanto mengatakan, perbaikan dilakukan setelah pemerintah daerah mengidentifikasi kerusakan sejumlah komponen yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan pengguna, khususnya pengguna eskalator Skybridge Bojonggede sejak kurang lebih empat bulan terakhir," kata Bayu di Bojonggede, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (28/10). 

Bagi pengguna transportasi publik, keberadaan eskalator bukan sekadar fasilitas tambahan. Skybridge Bojonggede menjadi penghubung antara Stasiun KRL dan Terminal Bojonggede yang dirancang memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi.

Terlebih, Stasiun Bojonggede merupakan salah satu stasiun tersibuk di wilayah Bogor, dengan jumlah pengguna KRL sekitar 50.000 penumpang per hari. Kondisi tersebut membuat ketersediaan fasilitas penunjang yang aman dan berfungsi dengan baik menjadi penting.

Bayu menjelaskan, penghentian operasional eskalator dilakukan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan. Pemerintah daerah tidak ingin memaksakan fasilitas tetap berjalan ketika komponen di dalamnya mengalami kerusakan yang berpotensi membahayakan pengguna.

Untuk menangani persoalan tersebut, Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran sekitar Rp800 juta melalui APBD Perubahan 2026. Sekitar Rp400 juta digunakan untuk memperbaiki tiga unit eskalator, sedangkan sisanya dialokasikan bagi perbaikan tangga manual, atap, sambungan jembatan, dan penerangan.

Bayu mengakui, anggaran pemeliharaan yang sebelumnya tersedia belum mencukupi untuk menangani seluruh kerusakan. Karena itu, pemerintah daerah mengajukan penambahan anggaran melalui perubahan APBD.

"Pada tahun ini kami sudah melakukan antisipasi dengan menggunakan anggaran pemeliharaan dari APBD, hanya setelah dihitung ternyata tidak mencukupi. Akhirnya kami mengajukan penambahan dalam anggaran perubahan," ujarnya.

Di lapangan, proses perbaikan diawali dengan pembongkaran eskalator untuk memeriksa tingkat kerusakan dan mengganti komponen yang diperlukan. Teknisi senior perbaikan Skybridge Bojonggede, Gatot Digdiya Sulaksono, mengatakan pembongkaran mulai dilakukan pada Rabu (28/10) sore. (gin)


Editor : Inilahkoran