Nakula Integrasikan Data Pendidikan Bogor

Nakula Integrasikan Data Pendidikan Bogor
LUNCURKAN NAKULA: Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi bersama jajaran Disdik Kota Bogor meluncurkan aplikasi Nakula di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (28/10).(INILAH/RIZKI MAULUDI)

INILAH, Bogor - Data pendidikan yang tersebar di berbagai bidang kerap menjadi tantangan ketika pemerintah membutuhkan informasi untuk menentukan kebijakan. 

Mulai dari data siswa, guru, kurikulum, hingga laporan kekerasan, seluruhnya membutuhkan pengelolaan yang terintegrasi agar kondisi pendidikan bisa dipetakan secara lebih tepat.

Kebutuhan tersebut mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mengembangkan aplikasi Navigasi Komprehensif untuk Layanan Analisis Pendidikan (Nakula). 

Aplikasi yang diluncurkan di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Rabu (28/10) ini, dirancang untuk menghimpun berbagai data pendidikan dalam satu pangkalan data terpadu.

Melalui Nakula, proses pencarian informasi diharapkan menjadi lebih mudah. Data yang sebelumnya perlu dihimpun dari berbagai sumber kini dapat dimanfaatkan untuk mendukung analisis, pemantauan, serta penyusunan kebijakan pendidikan.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam penyempurnaan proses bisnis di lingkungan Disdik, terutama dalam menjadikan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

"Nakula ini mudah-mudahan bisa dimanfaatkan oleh seluruh sekolah, terutama untuk menganalisis data-data yang sudah masuk ke aplikasi ini dan menentukan langkah-langkah kebijakan yang harus diambil oleh Pemerintah Kota Bogor," kata Denny.

Informasi yang tersedia dalam Nakula tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar. Aplikasi ini juga memuat data guru yang akan memasuki masa pensiun, kondisi sarana dan prasarana pendidikan, serta fasilitas yang masih layak digunakan maupun yang mengalami kerusakan berat.

Ketersediaan informasi tersebut diharapkan membantu pemerintah daerah dan satuan pendidikan mengenali kebutuhan masing-masing secara lebih akurat. Dengan begitu, perencanaan perbaikan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan, bukan sekadar berdasarkan perkiraan.

Kepala Bidang SMP Disdik Kota Bogor Ahmad Furqon menjelaskan, pengembangan Nakula berangkat dari kebutuhan akan akses data pendidikan yang lebih mudah dan terintegrasi. 

Selama ini, banyaknya jenis data yang dikelola menjadi tantangan tersendiri ketika pimpinan membutuhkan informasi untuk merumuskan kebijakan.

"Ketika diminta data, terkadang kami kesulitan mencarinya. Makanya, perlu pangkalan data yang terpadu karena data di Disdik itu banyak, mulai dari data kurikulum, siswa, biaya, Program Indonesia Pintar (PIP), hingga data kekerasan," kata Furqon.

Sekitar 20 hingga 25 jenis data pendidikan dihimpun dalam aplikasi tersebut. Integrasi ini diharapkan mempercepat pemantauan kondisi pendidikan sekaligus membantu menentukan langkah tindak lanjut sesuai persoalan yang ditemukan.

Nakula juga dirancang agar manfaatnya tidak berhenti pada kebutuhan internal Disdik. Sekolah, pengawas, dan guru bimbingan konseling (BK) dapat mengakses aplikasi melalui akun masing-masing. (rizki mauludi/gin)


Editor : Inilahkoran