Euforia Juara Persib Tak Boleh Kebablasan, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Bobotoh
Euforia Bobotoh yang memadati Kota Bandung untuk merayakan gelar juara Persib Bandung, tak luput dari perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Euforia bobotoh yang memadati Kota Bandung untuk merayakan gelar Juara Persib Bandung, tak luput dari perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Di tengah gegap gempita pesta Juara hatrik Maung Bandung, Dedi meminta masyarakat tetap menjaga ketertiban agar perayaan tidak berubah menjadi persoalan.
Ia mengatakan, pawai Juara Persib yang digelar dari Gedung Sate menuju Gedung Merdeka, merupakan momen bersejarah yang harus dirayakan dengan cara positif.
Ia mengingatkan, agar antusiasme suporter tidak mengabaikan aspek keamanan maupun kebersihan kota.
"Imbauannya, konvoinya tetap tertib, menjaga keamanan kebersihan karena Bandung sudah mulai berbereska," ujar Dedi di Parkiran Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (24/5/2026).
Dedi menilai, Kota Bandung saat ini tengah berbenah dan menunjukkan perubahan wajah perkotaan yang lebih tertata. Sebab itu, ribuan bobotoh yang turun ke jalan diharapkan ikut menjaga situasi tetap kondusif selama pawai berlangsung.
Baginya, perayaan ini merupakan luapan emosional yang wajar dari publik sepak bola Jawa Barat setelah Persib kembali mencatatkan sejarah dengan meraih gelar Juara tiga musim secara beruntun sekaligus mengoleksi lima trofi di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
"Ya hari ini kan luapan kegembiraan seluruh pendukung, bobotoh, seluruh pecinta Persib Bandung untuk merayakan prestasi yang luar biasa," ucapnya.
Meski demikian, Dedi berharap pesta kemenangan tidak berhenti pada kemeriahan semata. Ia ingin pawai Juara Persib menjadi wajah kegembiraan yang tertib, damai, sekaligus memberi kesan positif bagi Kota Bandung.
"Seluruh perayaan ini harus menjadi perayaan yang penuh dengan kebahagiaan, penuh cinta dan penuh citra yang sangat positif bagi siapapun untuk berbahagia disini," katanya.
Tak hanya bicara soal perayaan, Dedi juga menyoroti capaian Persib sebagai klub yang dinilainya mampu menjaga profesionalisme. Ia menegaskan keberhasilan tim kebanggaan Jawa Barat itu diraih tanpa campur tangan pemerintah.
"Persib sudah menunjukan diri sebagai klub profesional tanpa harus mendapat campur tangan dari pemerintah, saya tekankan sekali lagi, tanpa campur tangan menjadi Juara itu namanya profesional sejati," tuturnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian Persib, Dedi turut menyiapkan bonus pribadi senilai Rp1 miliar. Dana tersebut, kata dia, berasal dari hasil keuntungan usaha peternakan sapi yang tengah dipanennya.
"Semoga kegiatan ini menjadi kegiatan yang menjadi rasa bahagia. Untuk menyempurnakan kebahagiaannya, saya juga akan berbagi kebahagiaan. Saya lagi panen sapi, pasti ada untungnya. Untungnya Rp1 miliar untuk Persib Bandung," ucapnya.
Bonus tersebut dijadwalkan diserahkan langsung kepada manajemen Persib, termasuk Umuh Muchtar dan seluruh tim, pada 3 Juni 2026 di Kantor DPRD Jawa Barat.
"Nanti diserahkan tanggal 3 Juni di DPRD. Diserahkan ke Apak (Umuh) dan seluruh tim. Semoga bisa untuk beli sate, yang tidak boleh, untuk kawin lagi," tandasnya.***
Editor : JakaPermana


