Farhan Sebut Pembangunan BRT Bandung Raya Bikin Tidak Nyaman Warga

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengingatkan masyarakat jika pembangunan BRT membawa kemacetan di sejumlah jalan strategis Kota Bandung

Farhan Sebut Pembangunan BRT Bandung Raya Bikin Tidak Nyaman Warga
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengingatkan masyarakat jika pembangunan BRT membawa kemacetan di sejumlah jalan strategis Kota Bandung./INILAHKORAN-Yogo Triastopo

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengingatkan masyarakat apabila pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) di sejumlah ruas jalan strategis di Kota Bandung membawa konsekuensi kemacetan dan ketidaknyamanan yang cukup berat.

"Saya ingin melihat gambar teknisnya dulu. Bagaimanapun, BRT ini membawa risiko kemacetan dan ketidaknyamanan yang sangat berat. Kita harus mampu menanggungnya bersama-sama," kata Farhan, Selasa 10 Februari 2026.

Pemerintah kota, dituturkan ia telah mempersiapkan strategi meminimalkan dampak negatif pembangunan jalur BRT. Salah satunya, adalah komunikasi intensif dengan warga yang terdampak mulai dari kawasan Ahmadiyah hingga Cibereum, Rajawali hingga Tegalega dan Pasar Baru.

"Banyak yang membayangkan sekarang masih lancar-lancar saja, tapi tiba-tiba separuh jalan ditutup, baru ada protes. Oleh karena itu komunikasi harus jelas sejak awal," ucapnya.

Pemerintah kota juga, dikemukakan Farhan membuka dialog dengan pihak-pihak yang terdampak langsung termasuk pedagang kaki lima dan juru parkir. Beberapa pedagang di Cicadas dilaporkan menolak relokasi, namun pemerintah masih terus berkomunikasi.

"Beberapa sudah mencapai kata kesepakatan. Tapi nanti akan disampaikan sekaligus oleh Dinas KUKM," ujar dia.

Terkait juru parkir yang terdampak, ia menegaskan mereka tetap bekerja di lokasi. Kompensasi akan diberikan selama tiga bulan pertama, dan mulai bulan keempat akan ada penyesuaian sesuai kebijakan pemerintah kota.

Selain itu, pemerintah kota juga membuka peluang bagi investor untuk membangun gedung parkir sebagai salah satu solusi mengatasi berkurangnya area parkir selama pembangunan BRT.

Farhan menekankan, pembangunan BRT harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan berlebihan. "Yang terdampak tidak hanya parkir, tapi banyak yang lain. Kita harus memastikan jangan sampai BRT ini pembangunannya menimbulkan repot bagi warga. Ini harus dikelola lewat rekayasa sosial," jelasnya.***


Editor : JakaPermana