Farhan Siapkan Pengamanan Ketat di Pendopo Saat Perayaan Persib Bandung
Euforia kemenangan Persib Bandung diperkirakan akan memadati pusat Kota Bandung pada perayaan yang digelar Minggu 24 Mei mendatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Euforia kemenangan Persib Bandung diperkirakan akan memadati pusat Kota Bandung pada perayaan yang digelar Minggu 24 Mei mendatang.
Di tengah antusiasme ribuan bobotoh, pemerintah memberi perhatian khusus terhadap keamanan kawasan Pendopo dan Alun-Alun Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, perlindungan terhadap fasilitas dan kawasan bersejarah menjadi prioritas utama selama perayaan berlangsung. Taman di dalam Pendopo memiliki nilai historis, sehingga harus dijaga dari potensi kerusakan akibat membludaknya massa.
“Yang paling penting taman di dalam Pendopo, karena itu kan cagar budaya kita jaga,” kata Farhan, Jumat (22/5/2026).
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, dituturkannya akan memberlakukan pembatasan akses di sejumlah titik sekitar Pendopo. Namun, antusiasme masyarakat kemungkinan sulit dikendalikan sepenuhnya karena massa diperkirakan datang dari berbagai arah.
“Jadi memang ada pembatasan, tapi kan pasti bocor dari mana-mana. Ada bocor dari samping, ada bocor dari depan. Ya mudah-mudahan bisa dijaga,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan kerusakan fasilitas umum sambung dia, pengamanan gabungan akan diterjunkan selama agenda perayaan berlangsung. Aparat TNI, kepolisian dan Satpol PP akan disiagakan di sejumlah titik keramaian termasuk kawasan Pendopo dan jalur konvoi.
“Semuanya ya. Termasuk TNI, termasuk polisi, Satpol PP,” ujar dia.
Selain fokus pada pengamanan fisik, Farhan menilai kondisi masyarakat Kota Bandung saat ini sedang berada dalam situasi emosional yang sensitif. Hal itu dipengaruhi banyaknya agenda besar yang berlangsung hampir bersamaan di Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir.
Pihaknya mencontohkan berbagai kegiatan seperti kirab, agenda olahraga lari yang sempat memicu kemacetan, pertandingan Persib yang menegangkan hingga penataan pedagang kaki lima di kawasan Cicadas.
“Warga Kota Bandung ini kan sekarang perasaannya lagi diacak, diaduk-aduk. Antara senang iya, antara tegang iya,” jelasnya.
Menurutnya, situasi tersebut membuat pemerintah harus ekstra hati-hati dalam mengambil kebijakan teknis di lapangan. Sebab, keputusan kecil sekalipun bisa memicu reaksi besar dari masyarakat.
“Jadi saya kira, kalau di Kota Bandung sekarang lebih banyak kita sedang mengatur emosi daripada mengatur teknis,” ujar dia.
Dia menegaskan, pengelolaan emosi publik menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah kota di tengah tingginya antusiasme warga terhadap berbagai kegiatan. “Kalau salah ngatur teknis, ya itu emosi meledak. Mesti hati-hati banget,” tegasnya.
Terkait arus lalu lintas, Farhan memastikan penutupan jalan saat konvoi Persib Bandung hampir tidak mungkin dihindari. Dia menggambarkan situasi massa yang diperkirakan akan memadati ruas jalan ketika iring-iringan kendaraan, dan piala melintas di pusat kota.
“Kalau konvoi Persib enggak usah diumumkan, pasti jalan ketutup,” ujar dia.
Meski demikian, pihaknya tetap akan menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk mengurangi kepadatan kendaraan. Namun diakui, kapasitas yang tersedia kemungkinan tidak akan mampu menampung seluruh kendaraan masyarakat yang datang.
“Kantong parkir pasti disiapkan. Cuma memang daya tampungnya pasti tidak akan mencukupi,” ucapnya.
Farhan pun meminta masyarakat ikut menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung. Pihaknya berharap, seluruh rangkaian kegiatan di Kota Bandung dapat berjalan aman dan lebih banyak menghadirkan suasana kegembiraan dibanding konflik atau kemarahan.
“Pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kota akan bekerja bersama-sama memastikan bahwa semua acara di Kota Bandung itu lebih banyak menimbulkan emosi senangnya daripada emosi marahnya,” tandas dia.***
Editor : JakaPermana

