Farhan: Sumur Resapan dan Kolam Retensi Kunci Kota Tangguh Bencana

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, upaya membangun kota tangguh terhadap bencana tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik.

Farhan: Sumur Resapan dan Kolam Retensi Kunci Kota Tangguh Bencana
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, upaya membangun kota tangguh terhadap bencana tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik. Tetapi juga pada mitigasi berbasis lingkungan. Salah satunya melalui sumur resapan, kolam retensi dan penghijauan di berbagai wilayah Kota Bandung.

"Bandung harus mampu menahan air hujan dan mengurangi risiko banjir. sumur resapan, kolam retensi dan penghijauan bukan sekadar program lingkungan. Tetapi strategi nyata untuk melindungi warga dan menjaga ekosistem kota," kata Farhan, Senin 16 Februari 2026.

Menurut ia, saat ini Kota Bandung memiliki 14 kolam retensi yang tersebar di titik-titik rawan banjir. Ditambah pembangunan 78 unit sumur imbuhan dalam (deep infiltration well) dari target 100 unit, dan lebih dari 4.500 sumur resapan dangkal di berbagai wilayah. "Setiap kolam retensi dan sumur resapan yang dibangun, adalah benteng kita terhadap banjir. Setiap pohon yang ditanam memperkuat kemampuan tanah menyerap air hujan," ucapnya.

Ia menekankan, keberhasilan mitigasi lingkungan juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. "Warga berperan penting dalam menjaga sumur resapan, merawat penghijauan dan memahami manfaat mitigasi bencana berbasis lingkungan. Kesadaran kolektif ini menjadi fondasi ketangguhan Kota Bandung," ujar dia.

Selain itu, jalur hijau, taman tematik dan hutan kota yang dibangun tidak hanya mempercantik kota. Tetapi juga menahan limpasan air hujan dan meningkatkan daya serap tanah, terutama di kawasan Bandung Utara dan pusat kota. "Dengan kombinasi kolam retensi, sumur resapan dan penghijauan. Kota Bandung bisa menjadi kota lebih hijau, lebih tangguh dan lebih aman bagi warganya," tandasnya.***


Editor : JakaPermana