Farhan : UPTD Kunci Penanganan Sampah Berkelanjutan di Kota Bandung

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menilai, penanganan sampah di Bandung Raya belum menyentuh akar persoalan. Selama ini belum ada upaya komprehensif yang dibangun secara sistematis.

Farhan : UPTD Kunci Penanganan Sampah Berkelanjutan di Kota Bandung

INILAHKORAN, Bandung - Wali kota bandung, Muhammad Farhan menilai, penanganan sampah di Bandung Raya belum menyentuh akar persoalan. Selama ini belum ada upaya komprehensif yang dibangun secara sistematis.

Seluruh pihak, cenderung menunggu operasional penuh fasilitas pengolahan sampah Legok Nangka. "Selama belum ada kelembagaan yang kuat, kita hanya akan mengulang siklus darurat sampah," kata Farhan pada Jumat 27 Juni 2025.

Ia menekankan, pentingnya pembentukan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota bandung. Menurutnya, UPTD akan menjadi elemen kunci dalam operasional teknis pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Pihaknya juga menyoroti ketimpangan antara kawasan yang memiliki pengelola, seperti perumahan dan kawasan industri dengan wilayah-wilayah yang tidak dikelola secara formal seperti kampung dan RW.

Tanpa sistem kelembagaan yang jelas, tanggung jawab pengelolaan sampah menjadi timpang. "UPTD bukan sekadar lembaga administratif. Ini adalah operator yang bisa menggerakkan sistem dari bawah, menjembatani antara kebijakan dan praktik di lapangan," ucapnya.

Selain soal kelembagaan, Farhan mengingatkan bahwa teknologi pengelolaan sampah seperti TPS3R sudah mulai diterapkan di berbagai wilayah. Namun ia menegaskan, teknologi tidak akan efektif tanpa tata kelola dan partisipasi masyarakat.

Ia mendorong terbentuknya KBS sebagai pendekatan pengelolaan yang lebih efisien dan berbasis wilayah. Dengan manajemen kawasan, penanganan sampah bisa menjadi lebih terstruktur dan berkelanjutan.

"Masalah sampah ini terlalu besar jika hanya dibebankan pada satu fasilitas seperti Legok Nangka. Kita harus membangun sistem dari hulu ke hilir, dimulai dari struktur pengelolaan yang rapi di tingkat kota," ujar dia. *


Editor : Ahmad Sayuti