Fenomena Langka Gegerkan Warga di Sekitar Situ Ciburuy, Hewan Berukuran Jumbo Bermunculan
Fenomena langka ikan-ikan mas berukuran besar yang berenang ke pinggiran Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat warga di sekitarnya heboh.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - fenomena langka ikan-ikan mas berukuran besar yang berenang ke pinggiran Situ Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat warga di sekitarnya heboh.
Tak hanya itu, seorang warga setempat dikabarkan mendapatkan ikan mas berukuran besar dengan bobot 5 kilogram.
"Fenomena ini terjadi dipicu musim kemarau panjang yang membuat debut air di Situ Ciburuy turun drastis," kata Ajeng (55) warga Kampung Babakan Pasirangin RT 01/RW 15, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kamis 19 Oktober 2023.
Meski begitu, sebut Ajeng, penurunan debit air di Situ Ciburuy tidak separah kemarau sebelumnya. Bahkan, selama debit air Situ Ciburuy menurun terjadi fenomena langka. Warga mendapatkan beberapa ikan mas berukuran besar yang berenang ke pinggiran waduk.
"Pekan lalu seorang warga berhasil menangkap ikan mas yang berukuran sangat besar. Bobotnya mencapai 5 kilogram," sebutnya.
Sebelumnya, ungkap Ajeng, ikan mas berukuran besar juga berhasil ditangkap seorang warga. Sontak saja penangkapan ikan berbobot 5 kilogram itu dengan cepat beredar dari mulut ke mulut.
"Padahal, kalau setiap hari banyak orang yang memancing ikan di Ciburuy, tapi gak ada yang berhasil menangkap ikan berukuran sebesar itu," ungkapnya.
"Penemuan ikan mas berukuran jumbo itu membuat heboh warga sekitar Situ Ciburuy. Kabar itu ramai di WhatsApp grup warga Ciburuy," sambungnya.
Selain ikan yang berukuran jumbo, sambung Ajeng, surutnya air di Situ Ciburuy membuat hewan lain, yakni biawak dengan ukuran besar naik ke daratan.
"Biawak yang muncul ke daratan ukurannya besar. Mungkin karena itulah, hebohnya itu buaya," ungkapnya.
Menurut Ajeng, kemunculan biawak itu tidak hanya sekali. Pasalnya, berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, selama musim kemarau sekarang sudah banyak orang yang melihat penampakan kadal raksasa itu.
"Gak ada orang yang berani menangkap. Lagi pula biawak-biawak itu tak mengganggu atau memangsa piaraan warga. Jadi dibiarkan saja," pungkasnya.***(agus satia negara)
Editor : JakaPermana
