Finalis Mojang Jajaka Jawa Barat Hibur 260 Sahabat Jiwa dengan Terapi Musik
Finalis Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat asal Kota Tasikmalaya Ahmad Gading dan Sabela Putri menunjukkan kepedulian sosial di Kecamatan Tamansari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Finalis Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat asal Kota Tasikmalaya Ahmad Gading dan Sabela Putri menunjukkan kepedulian sosial melalui kegiatan terapi musik, melukis, hingga bakti sosial di Yayasan Mentari Hati, panti sosial bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) telantar di Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, serta Seven Barber.
Dalam kegiatan itu, Sabela Putri mengajak para sahabat jiwa bernyanyi dan berjoget sebagai bagian dari terapi musik, sementara Ahmad Gading mengisi aktivitas menggambar dan melukis bersama penghuni yayasan.
Selain menghadirkan kegiatan terapi, Seven Barber juga memberikan layanan potong rambut gratis bagi para sahabat jiwa serta menyerahkan bantuan paket sembako kepada Yayasan Mentari Hati. Kehadiran para finalis Mojang Jajaka dan para relawan disambut antusias oleh para penghuni maupun pengelola yayasan.
Ahmad Gading mengatakan kegiatan tersebut merupakan realisasi komitmen yang telah diikrarkan sejak dirinya bersama Sabela Putri dinobatkan sebagai juara pertama Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya.
"Kegiatan sosial ini kami realisasikan sebagai wujud komitmen sejak dilantik menjadi juara satu Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat secara inklusif. Sobat jiwa di Yayasan Mentari Hati menjadi bagian dari gerakan yang ingin kami hadirkan agar kepedulian sosial dan kemanusiaan dapat dirasakan secara merata," ujar Ahmad Gading.
Menurutnya, interaksi bersama para penghuni yayasan juga menjadi pengalaman yang memberikan banyak pelajaran.
"Kadang kita yang merasa bisa berpikir jernih justru perlu belajar tentang kebebasan jiwa dan bagaimana mengelola tekanan batin. Ini juga menjadi perhatian bagi seluruh stakeholder," katanya.
Sementara itu, Sabela Putri mengaku pengalaman bernyanyi bersama para penghuni Yayasan Mentari Hati menjadi momen yang penuh makna.
"Ini pertama kalinya saya bernyanyi bersama sobat jiwa. Kegiatan ini membuat saya lebih bersyukur karena masih dikelilingi orang-orang tercinta. Kami juga bisa membangun interaksi dari emosional ke emosional," ujarnya.
Owner Seven Barber Revy dan Salsa menyatakan dukungannya terhadap kegiatan sosial yang dilakukan para finalis Mojang Jajaka Kota Tasikmalaya. Menurut mereka, keberhasilan seorang finalis tidak hanya diukur dari prestasi di atas panggung, tetapi juga dari kepedulian terhadap masyarakat.
"Seven Barber percaya bahwa keberhasilan seorang finalis Mojang Jajaka tidak hanya diukur dari prestasi di atas panggung, tetapi juga dari kepedulian dan kontribusinya kepada masyarakat. Karena itu kami bangga mendukung Ahmad Gading dan Sabela dalam kegiatan terapi bagi ODGJ di Yayasan Mentari Hati melalui aktivitas melukis dan terapi musik. Kegiatan ini mencerminkan nilai kemanusiaan, empati, serta patriotisme yang patut diapresiasi," ujar Revy dan Salsa.
Mereka berharap langkah tersebut dapat menginspirasi generasi muda Kota Tasikmalaya untuk terus berkarya, peduli terhadap sesama, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Seven Barber juga berkomitmen mendukung berbagai kegiatan sosial yang membangun karakter, kepedulian, dan semangat pengabdian.
Pendiri Yayasan Mentari Hati Dadang Heryadi mengapresiasi kunjungan para finalis Mojang Jajaka beserta seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap Ahmad Gading dan Sabela Putri dapat meraih prestasi terbaik pada ajang Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat.
Menurut Dadang, terapi musik menjadi salah satu metode yang efektif untuk membangun kebersamaan sekaligus memunculkan potensi para penghuni yayasan.
"Terapi musik sangat efektif karena menghadirkan kebahagiaan dan kebersamaan. Dari kegiatan bernyanyi, banyak sobat jiwa yang menunjukkan bakatnya. Bahkan sekitar 16 orang kini memiliki kemampuan bernyanyi yang sangat baik," katanya.
Saat ini, Yayasan Mentari Hati menampung sekitar 260 orang dengan gangguan jiwa telantar. Dadang menyebut sebagian besar penghuni telah menunjukkan perkembangan positif. Bahkan, lima orang yang telah kembali bertemu keluarganya memilih kembali ke yayasan untuk mengabdi membantu para penghuni lainnya.
Dia menambahkan, media sosial juga berperan besar dalam membantu proses pencarian identitas dan keluarga para penghuni.
"Alhamdulillah melalui unggahan di media sosial, banyak sobat jiwa yang akhirnya ditemukan keluarganya setelah hilang selama lima hingga sepuluh tahun. Media sosial sangat efektif untuk memperkenalkan keberadaan mereka di Yayasan Mentari Hati," ujarnya.
Editor : Doni Ramdhani

