Fiskal Terbatas, Enan Dorong Pemkot Tasikmalaya Optimalkan Pelayanan dan Aset Daerah

 Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Enan Suherlan mendorong Pemkot mengoptimalkan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan aset daerah.

Fiskal Terbatas, Enan Dorong Pemkot Tasikmalaya Optimalkan Pelayanan dan Aset Daerah
Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Enan Suherlan mengatakan, ditengah keterbatan fiskal itu pelayanan publik tetap harus dioptimalkan. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya Enan Suherlan mendorong Pemkot Tasikmalaya mengoptimalkan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan aset daerah di tengah keterbatasan kemampuan fiskal.

Dia menyampaikan sejumlah masukan strategis dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kan terkait dengan pembangunan, keterbatasan anggaran ya, fiskal terganggu, tinggal pelayanan yang dioptimalkan,” ujar politisi PAN tersebut, Senin (19/10/2026).

Dia menilai, pemberdayaan masyarakat tidak harus selalu bergantung pada ketersediaan anggaran pemerintah. Pemkot Tasikmalaya perlu lebih jeli memetakan potensi yang dimiliki daerah agar dapat dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi.

“Pemberdayaan apakah selalu harus berbasis anggaran? Oke. Tetapi kan di luar itu kan bisa, memetakan potensi yang ada,” kata Enan Suherlan.

Selain pemetaan potensi, Enan menyoroti pentingnya optimalisasi aset daerah. Menurutnya, aset yang dimiliki pemerintah harus dikelola secara lebih produktif, termasuk dengan membuka peluang kerja sama yang sesuai dengan ketentuan regulasi.

“Aset kan hari ini PAD segitu-gitunya, tapi kan aktivasi terkait dengan aset hari ini seperti apa? Mana yang bisa dikerjasamakan,” ucapnya.

Enan menegaskan, langkah tersebut membutuhkan dukungan regulasi serta keberpihakan kebijakan yang jelas terhadap kemajuan daerah. Terlebih, arah pembangunan Kota Tasikmalaya harus sejalan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perdagangan dan UMKM Perlu Jadi Fokus

Di sisi lain, Enan menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat, di antaranya kondisi infrastruktur jalan dan perkembangan pasar.

Menurutnya, posisi Kota Tasikmalaya sebagai pusat perdagangan harus dioptimalkan melalui kebijakan pemerintah yang mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kota Tasik ini kan UMKM, perdagangan kan ya? Ya tinggal fokus ke peran pemerintah intervensinya seperti apa sesuai dengan janjinya di RPJMD gitu kan?” tuturnya.

Dia menilai, intervensi pemerintah perlu diarahkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan agenda pembangunan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dengan demikian, berbagai program pembangunan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

“Tentunya untuk tadi endingnya adalah goal-nya kesejahteraan rakyat,” kata Enan.

Dorong Komunikasi Lebih Intensif dengan DPRD

Selain persoalan pembangunan dan ekonomi daerah, Enan turut menyinggung komunikasi antara jajaran eksekutif dan legislatif di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Dia menyebutkan, komunikasi selama ini telah berjalan, tetapi lebih banyak dilakukan melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Sementara itu, pertemuan langsung bersama pimpinan daerah masih relatif terbatas.

“Kalau komunikasi mah ada, tapi kan hanya lewat TAPD lah, tidak langsung oleh pimpinan. Hanya beberapa kali kita ketemu, di Bandung dengan di sini di ruangan Pak Wali, terus kemarin di rumah top-nya Pak Sekda, tiga kali selama ini beliau memimpin,” ujarnya.

Enan berharap komunikasi antara pemerintah daerah dan DPRD dapat dibangun lebih intensif melalui dialog bersama. Menurutnya, pertemuan tidak harus selalu menunggu adanya agenda formal, tetapi bisa menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan sekaligus mencari solusi.

“Kan saya bilang, tinggal ke DPRD kita ngobrol bersama kan bisa. Kalau belum ada budaya, buatkan budaya, kan itu bagus ya,” ucapnya.

Dia menambahkan, komunikasi yang lebih terbuka dapat membantu mencairkan suasana sekaligus memperkuat koordinasi dalam merumuskan kebijakan pembangunan.

“Tidak kita harus datang ke sini, kan bisa saja mencairkan suasana untuk mencari solusi apa yang menjadi persoalan,” pungkasnya.

Enan berharap, momentum Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara eksekutif dan legislatif. Dengan pemanfaatan potensi daerah, optimalisasi aset, penguatan sektor perdagangan dan UMKM, serta pelayanan publik yang lebih baik, pembangunan diharapkan semakin berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.


Editor : Doni Ramdhani