FKKSMKS Dorong Siswa Tak Lolos Sekolah Negeri Dialihkan ke SMK Swasta

Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta (FKKSMKS) Kota Tasikmalaya mendorong pemerintah menjadikan SMK swasta sebagai sekolah penyangga dalam pelaksanaan SPMB.

FKKSMKS Dorong Siswa Tak Lolos Sekolah Negeri Dialihkan ke SMK Swasta
Ketua FKKSMKS Kota Tasikmalaya Nandang Ali Nurjaman mengatakan, hingga saat ini berbagai kebijakan pendidikan dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada sekolah swasta, terutama dalam pelaksanaan SPMB. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Forum Komunikasi Kepala SMK swasta (FKKSMKS) Kota Tasikmalaya mendorong pemerintah menjadikan SMK swasta sebagai sekolah penyangga dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). 

Mereka meminta calon siswa yang tidak diterima di sekolah negeri diarahkan ke SMK swasta, bukan justru menambah rombongan belajar (rombel) maupun ruang kelas baru di sekolah negeri.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan istigasah dan doa bersama yang digelar FKKSMK Kota Tasikmalaya di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti kepala sekolah dan guru SMK swasta se-Kota Tasikmalaya sebagai ikhtiar memohon kemudahan sekaligus perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan swasta.

Ketua FKKSMKS Kota Tasikmalaya Nandang Ali Nurjaman mengatakan, hingga saat ini berbagai kebijakan pendidikan dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada sekolah swasta, terutama dalam pelaksanaan SPMB.

"Kalau siswa tidak diterima di sekolah negeri, seharusnya sekolah-sekolah penyangga atau SMK swasta menjadi alternatif. Jangan sampai yang tidak diterima di negeri malah ditambah rombel atau ruang kelas baru di sekolah negeri. Itu tidak adil bagi kami," ujarnya.

Menurut Nandang, apabila kapasitas sekolah negeri sudah ditetapkan, misalnya 36 siswa per kelas dengan jumlah rombel tertentu, maka kelebihan calon siswa seharusnya diarahkan ke sekolah swasta. Langkah tersebut dinilai dapat menjaga keberlangsungan sekolah swasta yang selama ini turut berkontribusi mencerdaskan masyarakat.

Dia mengungkapkan, persepsi masyarakat yang menganggap masa depan hanya bisa diraih melalui sekolah negeri juga menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah swasta. Padahal, jumlah SMK swasta di Kota Tasikmalaya lebih banyak dibandingkan SMK negeri.

"Sekarang seolah-olah kalau tidak masuk sekolah negeri tidak punya masa depan yang cerah. Padahal kontribusi SMK swasta sangat besar dalam dunia pendidikan," katanya.

Saat ini jumlah SMK swasta di Kota Tasikmalaya tercatat sebanyak 48 sekolah, berkurang dari sebelumnya 52 sekolah.

FKKSMK juga berencana melakukan audiensi dengan sejumlah pemangku kebijakan di antaranya Gubernur Jawa Barat, Komisi V DPRD Jawa Barat, Komisi X DPR RI, serta pihak terkait lainnya. Mereka berharap pemerintah memberikan kebijakan yang lebih berpihak terhadap eksistensi sekolah swasta.

Meski telah ada sejumlah kebijakan yang diharapkan dapat membantu sekolah swasta, Nandang mengaku hingga kini belum terlihat peningkatan jumlah peserta didik baru. Bahkan, munculnya wacana penambahan jumlah siswa hingga 42 orang per kelas serta pembukaan ruang kelas baru di sekolah negeri dinilai semakin mempersempit peluang sekolah swasta memperoleh siswa.


Editor : Doni Ramdhani