Daya Tampung Sekolah Negeri Terbatas, 10 Ribu Siswa Kota Bandung Beralih ke Swasta

Terbatasnya kuota sekolah negeri di Kota Bandung menyebabkan 10 ribus siswa melanjutkan pendidikannya ke swasta

Daya Tampung Sekolah Negeri Terbatas, 10 Ribu Siswa Kota Bandung Beralih ke Swasta
Para siswa saat mengikuti MPLS di salah satu sekolah di Kota Bandung, Senin (13/7/2026). Foto istimewa

INILAHKORAN.ID - Keterbatasan daya tampung sekolah negeri, membuat ribuan siswa baru di Kota Bandung harus melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatat, sekitar 10 ribu siswa diarahkan masuk ke sekolah swasta pada tahun ajaran baru ini.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, jumlah siswa baru yang masuk ke sekolah negeri belum sepenuhnya dapat menampung seluruh peserta didik. Berdasarkan pendataan, jumlah siswa baru di Kota Bandung mencapai sekitar 51 ribu hingga 52 ribu orang.

Sementara itu, kapasitas sekolah negeri yang tersedia berada di angka sekitar 43 ribu kursi yang terdiri dari 22 ribu kursi untuk jenjang SD negeri dan sekitar 19 ribu kursi untuk SMP negeri.

"SD 22.000, SMP 19.000 total 43 ribuan siswa. Total siswa di Kota Bandung itu pendataannya sekitar 51 sampai 52.000. Jadi masih ada sekitar 10.000 an yang disalurkan ke sekolah swasta," kata Farhan, Senin (13/7/2026).

Dia memastikan, siswa yang melanjutkan ke sekolah swasta tetap mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Dukungan diberikan melalui program rawan melanjutkan pendidikan (RMP), khususnya bagi siswa SD dan SMP yang membutuhkan bantuan agar tetap dapat mengakses pendidikan.

"sekolah SD dan SMP swasta juga kita bantu ya melalui program RMP, untuk mereka yang masuk SD dan SMP," ucapnya.

Menurut Farhan, keterlibatan sekolah swasta menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di Kota Bandung. Dengan adanya kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta, seluruh siswa baru tetap dapat memperoleh tempat belajar.

Sebelumnya, Pemkot Bandung memastikan seluruh siswa, terutama kelompok desil 1 hingga desil 5 telah mendapatkan kursi pendidikan. Pihaknya menyebut, tidak ada anak di Kota Bandung yang tidak memperoleh kesempatan bersekolah.

"Dari sekian banyak itu, yang desil 1 sampai desil 5 sudah masuk ke semua sekolah baik negeri maupun swasta. Jadi Alhamdulillah, hari ini tidak ada satupun anak-anak di Kota Bandung yang tidak mendapatkan kursi di sekolah masing-masing," ujar dia.

Meski kebutuhan daya tampung dapat dipenuhi melalui sekolah swasta, pemerintah kota tetap membuka kemungkinan penambahan sekolah baru. Namun pihaknya menyebut, penambahan tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah kursi. Tetapi juga pemerataan lokasi sekolah.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah wilayah yang masuk kategori blind spot pendidikan karena jarak atau akses menuju sekolah masih menjadi kendala bagi masyarakat. 

"Kalau sekolah baru, itu harus ada penambahan. Terutama bukan karena masalah jumlah daya tampungnya, tapi masalah lokasi. Terutama untuk blind spot. Karena ada beberapa titik yang memang kita akui masih blind spot," tandasnya.


Editor : Ahmad Sayuti