68 Ribu Siswa Gagal Masuk Negeri, Disdik Jabar Arahkan ke Sekolah Swasta Lewat SSK

Lonjakan peminat SMA dan SMK negeri di Jabar kembali menyisakan persoalan. Berdasarkan hasil PCMB dan SPMB, sekitar 68 ribu calon murid dipastikan gagal masuk.

68 Ribu Siswa Gagal Masuk Negeri, Disdik Jabar Arahkan ke Sekolah Swasta Lewat SSK
Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, tingginya animo masyarakat terhadap sekolah negeri tidak sebanding dengan kapasitas daya tampung yang tersedia setiap tahun. (dok)

INILAHKORAN.ID - Lonjakan peminat SMA dan SMK negeri di Jabar kembali menyisakan persoalan. Berdasarkan hasil PCMB 2026 dan pengumuman SPMB, sekitar 68 ribu calon murid dipastikan tidak memperoleh kursi di sekolah negeri.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar meminta para calon murid dan orang tua tidak menjadikan sekolah negeri sebagai satu-satunya pilihan. 

Pemprov Jabar mendorong siswa yang belum diterima untuk melanjutkan pendidikan di sekolah swasta, termasuk melalui program sekolah swasta Kerja Sama (SSK) yang disiapkan.

Kepala Disdik Jabar Purwanto mengatakan, tingginya animo masyarakat terhadap sekolah negeri tidak sebanding dengan kapasitas daya tampung yang tersedia setiap tahun.

"Kita tentu mengapresiasi masyarakat dan calon murid, yang berkeinginan masuk ke sekolah negeri. Ada pun kalau kita hitung jumlahnya (tentu) tidak mungkin bisa diterima semua. Nah tentu dengan semangat untuk tetap bersekolah (CMB) dapat masuk swasta, karena sekolah swasta pun sama saja," ujar Purwanto saat dihubungi, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, tidak diterima di sekolah negeri bukan berarti peluang memperoleh pendidikan berkualitas menjadi tertutup. Justru saat ini banyak sekolah swasta yang memiliki mutu pembelajaran, fasilitas, serta prestasi yang mampu bersaing dengan sekolah negeri.

"swasta banyak yang lebih bagus kok dari negeri, dan untuk yang berminat di SSK, silakan manfaatkan," ucapnya.

Program SSK, menjadi salah satu instrumen yang disiapkan Pemprov Jabar untuk memperluas akses pendidikan menengah. Skema tersebut melibatkan sekolah-sekolah swasta yang bermitra dengan pemerintah, guna menampung siswa yang tidak mendapatkan kursi di sekolah negeri.

Purwanto menegaskan, program tersebut juga ditujukan untuk membantu keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.

"Yang punya keterbatasan ekonomi silakan manfaatkan layanan dari pemerintah provinsi untuk sekolah di swasta," katanya.


Editor : Doni Ramdhani