Flu Burung Mewabah di Cimahi, Puluhan Unggas Ditemukan Mati Mendadak 

Flu burung kembali mewabah di Kota CImahi lantaran ditemukannya puluhan unggas mati mendadak di satu kawasan yang sama

Flu Burung Mewabah di Cimahi, Puluhan Unggas Ditemukan Mati Mendadak 

INILAHKORAN, Cimahi - Wabah flu burung kembali terjadi di Kota Cimahi. Hal itu diketahui usai ditemukannya puluhan unggas mati mendadak.

Puluhan unggas yang mati mendadak dan diduga terkena flu burung, yakni unggas jenis ternak, seperti ayam, entog dan kalkun di RT 05/ RW 04, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi sejak 16 sampai 21 Februari 2023.

Menyikapi dugaan flu burung lantaran puluhan unggas mati mendadak, Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Kota Cimahi Mita Mustikasari mengaku, sudah menanggapi usulan laporan soal unggas milik peternak yang mati mendadak.

"Kita sudah menerima laporan soal adanya unggas yang mati mendadak. Jadi, dalam laporannya itu sekitar seminggu ada 49 ekor yang mati," katanya.

Ia menyebut, pihaknya pun langsung menerjunkan petugas ke lapangan guna mengambil sampel unggas yang mati mendadak tersebut.

Kemudian, sampel tersebut bakal dibawa ke Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (BHKKMV) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DPKP) Provinsi Jawa Barat.

“Sampelnya diuji di sana, hasilnya sudah keluar dan positif Avian Influenza. Artinya, di situ sudah terjadi penyebaran penyakit flu burung,” sebutnya.

Tak hanya itu, sambung dia, guna menindaklanjuti penyebaran virus flu burung di wilayah tersebut, pihaknya sudah meminta untuk dilakukan pembersihan kandang-kandang dan wilayah terdekat dengan disinfektan.

"Selain melakukan disinfeksi di lingkungan sekitar, baik peternak maupun pemilik unggas lainnya juga diberi disinfektan agar bisa melakukan disinfeksi secara mandiri," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang peternak yang unggasnya mati secara mendadak, Yuyun Somantri (53) mengaku kaget lantaran ternak-ternak miliknya itu tiba-tiba banyak yang mati mendadak tanpa adanya gejala sakit terlebih dahulu.

"Betul, ada ayam saya yang mati mendadak. Padahal, sebelumnya gak ada yang sakit, makanya kaget karena tiba-tiba banyak yang mati," ujarnya.

Ia menyebut, unggas jenis ayam miliknya yang mati mendadak sebanyak 14 ekor dari total 21 ekor. Namun, secara keseluruhan diketahui kondisinya sehat meski berada dalam satu kandang.

"Dari 21 ekor yang mati ada 14 ekor. Padahal, hari itu saya masih sempat potong beberapa ekor dan dikonsumsi. Nah, kondisinya sehat, tapi pas saya cek tiba-tiba banyak yang mati," sebutnya.

Ia mengaku, saat itu belum mengetahui penyebab ternaknya mati mendadak dalam jumlah banyak. Sebab, masih ada ayamnya yang selamat padahal berada dalam satu kandang.

"Waktu itu saya belum tahu flu burung atau apa, soalnya kan hasil uji lab-nya belum keluar. Kalau disebut sakit, harusnya kan mati semua. Tapi, ini masih ada yang selamat," ujarnya.

Kendati begitu, ia mengaku, dirinya hingga saat ini belum merasakan gejala apapun usai mengonsumsi daging ayam ternaknya yang dipotong, lalu dimasak.

"Yang dipotong dua ekor buat kerja bakti terus dikonsumsi. Tapi, sampai sekarang gak kerasa apa-apa," ujarnya.

Ia mengaku, usai mendapat informasi ayamnya mati gegara flu burung, dirinya pun langsung membakar kandang tempat ayamnya dipelihara.

"Ayamnya langsung dikubur dan kandangnya yang panjang langsung dibakar," ujarnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti