INILAH, Bogor – Pembangunan fly over Jalan RE Martadinata senilai Rp97 miliar sudah berjalan. Proyek ini memasuki tahap pemasangan tiang atau podasi tabung.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor melakukan rekayasa pengalihan arus lalu lintas. Jalan di sekitar proyek hanya bisa dilintasi kendaraan kecil.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Theofilo Patrocinio F mengatakan, ada tiga tahap pengerjaan di proyek fly over Martadinata. Tahap pertama adalah pembangunan bahu jalan, dengan konsekuensi arus lalu lintas masih menggunakan jalan eksisting.
"Saat ini pembangunan bahu jalan di dekat rel sudah selesai sehingga bisa dijadikan rute pengalihan arus lalu lintas," ungkap Theo kepada wartawan, Kamis (31/1/2019).
Theo mengatakan, saat ini kendaraan yang bisa melintas hanya ukuran kecil. Sementara bus besar dan truk tronton tidak bisa melintas. Petugas sudah melakukan sosialisasi dengan memasang imbauan menghindari rute proyek, sejak di ruas Tol Baranangsiang, kawasan Jambu Dua, kawasan Air Mancur, dan wilayah Bubulak.
"Beberapa titik sudah terpasang spanduk, termasuk Dishub menempatkan petugas di jam-jam sibuk siang dan sore hari di Jalan RE Martadinata. Kalau ada kendaraan besar diarahkan putar balik," tambahnya.
Ia mengatakan, ada jalur alternatif yang direkomendasikan Dishub Kota Bogor. Kalau warga mengarah Jalan Tentara Pelajar bisa melalui Jalan Sudirman memutar jalan Sistem Satu Arah (SSA), kemudian ke Jembatan Merah.
"Masyarakat seharusnya sudah mengetahui di media sosial," jelasnya.
Terpisah, HSE Inspector Proyek Pembangunan Flayover Jalan Martadinata Agam Riskalloh Al Amin menjelaskan, jalur yang biasa dilalui pengendara dipindahkan ke jalur frontage karena bahu jalan digunakan untuk pekerjaan fly over. Bahu jalan yang berada di dekat perlintasan kereta api akan digunakan untuk pembangunan Bore Pile jembatan layang.
"Kami mau melakukan pekerjaan Pondasi Bore Pile (pondasi dalam bentuk tabung), untuk (Pengalihan arus) mulai malam Senin kemarin dan (pengalihan) diperkirakan sampai proyek selesai. Nantinya frontage tersebut akan bersifat permanen. Pengerjaannya bersegmen, nantinya frontage digunakan warga sekitar," tuturnya.
Agam menuturkan, selain melakukan pengalihan arus ke jalur frontage, pihaknya juga memberlakukan pelarangan bagi bus dan kendaraan berat untuk melintas di jalur frontage.
"Bus dan kendaraan berat sudah tidak bisa melintas, tapi nantinya kalau sudah jadi Fly over itu bisa di gunakan bus dan kendaraan berat," pungkasnya.