FMP 2025 Akhiri Kegiatan Wisata Kebangsaan dengan Ajak ABK ke Museum Balai Kirti

Festival Merah Putih FMP 2025 resmi menutup program Wisata Kebangsaan sebagai rangkaian peringatan HUT ke-80 RI yang melibatkan ribuan pelajar dari berbagai sekolah untuk berkunjung ke Museum Kepresidenan Balai Kirti, Jumat 15 Agustus 2025. 

FMP 2025 Akhiri Kegiatan Wisata Kebangsaan dengan Ajak ABK ke Museum Balai Kirti
Diketahui Wisata Kebangsaan FMP 2025 yang bekerja sama dengan Museum Kepresidenan Balai Kirti ini sudah sudah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut, ditutup dengan kunjungan ratusan anak berkebutuhan khusus (ABK). (istimewa)

INILAHKORAN, Bogor - Festival Merah Putih FMP 2025 resmi menutup program Wisata Kebangsaan sebagai rangkaian peringatan HUT ke-80 RI yang melibatkan ribuan pelajar dari berbagai sekolah untuk berkunjung ke Museum Kepresidenan Balai Kirti, Jumat 15 Agustus 2025. 

Diketahui Wisata Kebangsaan FMP 2025 yang bekerja sama dengan Museum Kepresidenan Balai Kirti ini sudah sudah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut, ditutup dengan kunjungan ratusan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor Rakhmawati menuturkan, hari ini secara resmi dirinya sudah menutup acara Wisata Kebangsaan yang sudah dilaksanakan selama empat hari berturut-turut dengan jumlah peserta 2.000 pelajar. 

"Nah, hari ini kami tutup dengan menghadirkan pelajar ABK. Kami memberikan ruang mereka (pelajar ABK) untuk meramaikan FMP 2025. Kami sudah tutup tadi dan juga kami apresiasi kepada pihak museum Balai Kirti dan pihak Istana Kepresidenan Bogor yang sudah memberikan kesempatan buat panitia menggelar kegiatan disini," ungkap Rakhmawati kepada wartawan.

Rakhmawati menjelaskan, harapannya adalah kedepan bisa tetap dengan memberikan ruang bagi anak-anak atau pelajar bisa mengikuti acara ini. Karena bisa masuk ke dalam Museum Balai Kirti menumbuhkan rasa kebangsaan, karena masih banyak anak-anak diluar dan juga ingin masuk. 

"Nah, itu juga menjadi catatan kami ya, mungkin tahun sekarang 2.000 pelajar, kemungkinan tahun depan kami tambah lagi nih, yang belum pernah masuk ke dalam kami akan ajak anak-anak masuk dan melihat bagaimana perjuangan para kepala negara kita yang sudah selesai tugasnya," jelasnya.

Koordinator Wisata Kebangsaan Intan Syntia mengatakan, tahun lalu panitia mengundang siswa SD sebanyak 2.000 siswa dan tahun ini kita mengundang siswa SMP dengan jumlah yang sama.

"Pada penutupan ini ada dua sekolah ABK yang berkunjung ke Museum Balai Kirti. Mereka ternyata banyak yang sudah mengerti tentang bagaimana pemimpin-pemimpin negara kita terdahulu. Karena mereka harus kenal juga dengan pemimpin-pemimpin yang ada di Indonesia," terangnya.

Intan membeberkan, siswa ABK bisa belajar dari para Presiden RI atau pemimpin bangsa terdahulu. Dirinya berdoa dan berharap suatu saat pelajar yang ikut kesini juga lahir sebagai pemimpin-pemimpin bangsa. 

"Jadi, semua mempunyai kesempatan yang sama, termasuk teman-teman yang dari disabilitas juga punya kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin bangsa ini. Sehingga mereka perlu datang belajar dari para pemimpin bangsa ini, itu harapannya kami. Diharapkan setiap tahun bisa bertambah pesertanya," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani