Dalih Membantu Masyarakat Pengalihan Dari e-KTP menjadi IKD, Hati - Hati Penjebolan Tabungan M-Banking
Diduga karena perekonomian Indonesia yang memburuk, menyebabkan banyak orang yang bekerja sebagai penipu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Diduga karena perekonomian Indonesia yang memburuk, menyebabkan banyak orang yang bekerja sebagai penipu.
Mereka diduga bekerja secara jaringan, dan bukan hanya menyasar warga Kabupaten maupun Kota Bogor saja.
Dalam modus penipuannya, mereka merayu masyarakat untuk membantu pengalihan dari e-KTP menjadi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Namun, karena merupakan jaringan nasional atau internasional, mereka tidak mengetahui seutuhnya tentang Bogor, dimana wilayah Kabupaten Bogor, berbeda dengan Kota Bogor.
"Kemarin saya dihubungi oleh orang yang mengaku sebagai Kabid di Disdukcapil Kota Bogor, dengan Kepala Disdukcapilnya Hadijana yang merupakan Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor. Saya disuruh ke kantornya, di Jalan Achmad Adnawijaya Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor," ucap Taufik warga Cibinong kepada wartawan, Jumat, 15 Agustus 2025.
Keanehan kedua, penipu yang mengaku Teguh Setiawan dengan nomor handphone 081440478826 tidak mengetahui bahwa Hadijana bukan lagi sebagai Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor tetapi sudah menjabat sebagai Kepala DPMD.
"Baru Rabu malam, Hadijana dilantik sebagai Kepala DPMD oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto," sambung Taufik.
Untuk melancarkan aksinya, penipu pun menberitahukan bahwa rekan kerjanya akan menghubungi kembali melalui sanbungan video call.
"Lalu temannya bernama Angelina dengan nomor whatsapp 081376104895 memvideo call, namun ditengah komunikasi ia meminta berbagi layar dan meminta masuk ke pengaturan handphoya saya. Saya pun langsung mematikan jaringan data, karena ini kalau duteruskan merupakan praktek pencurian data - data digital. Saya menghimbau, masyarakat berhati - hati karena dengan pencurian data digital, bagi anda yang memiliki M-Banking, nanti uang tabungan anda bisa berpindah tanpa sepengetahuan pemilik rekening," tutur Taufik.
Ia pun menganalisa, kini di zaman digital yang ditambah terpuruknya ekonomi Indonesia, membuat marak penipuan berbasis digital.
"Mungkin melonjaknya angka pengangguran, orang terpaksa bekerja sebagai penipu untuk menghidupi keluarganya. Untungnya, mereka tidak memiliki pengetahuan yang luas tentang calon korban pdnipuannya,"
Sementara itu, Hadijana yang ditemui Inilah Koran, menjelaskan bahwa tidak ada mantan anak buahnya yang bernama Teguh Setiawan.
"Tidak ada yang namanya Teguh Setiawan, tidak ada juga program pengalihan e - KTP ke IKD, dengan mengghubungi satu persatu warga Bumi Tegar Beriman. Penipuan seperti ini banyak, tapi bukan hanya di Kabupaten Bogor tetapi sudah se-nusantara," tukas Hadijana.***
Editor : JakaPermana
