Ratusan Pelajar Ikuti Peragaan Busana Nusantara FMP 2025
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Ratusan pelajar SeKota Bogor mengikuti lomba Peragaan Busana Nusantara bertema 'Semangat Pahlawan, Abadi Sepanjang Zaman' di Mall Botani Square, Kecamatan Bogor Tengah pada Sabtu 16 Agustus 2025 malam.
Lomba Peragaan Busana Nusantara diikuti kalangan pelajar yang dibagi dalam tiga kategori yakni Junior usia 5–12 tahun, Senior usia 13–25 tahun serta Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Ketua Umum FMP 2025, Benyamin Mbo’oh menyampaikan, ini adalah rangkaian acara Festival Merah Putih 2025. Total peserta ada sekitar 220 orang, termasuk anak-anak istimewa yang berkebutuhan khusus.
Konsep lomba busana tahun ini cukup berbeda dengan tahun lalu. Kalau tahun lalu busana adat nusantara. Di tahun ini, busana pejuang nusantara. Fashion show nya pun berbeda. Tahun lalu hanya di lantai 2. Tahun ini, peserta bercatwalk di lantai 1 dan 2 termasuk koridornya.
"Jadi, lantai 1 dan lantai 2 Botani Square kami gunakan. Kami jadikan panggung hidup yang menyatu dengan pengunjung. Khusus peserta disabilitas, mereka tetap ikut lomba, hanya teknisnya berbeda. Kalau peserta lain tampil di koridor Botani Square, sahabat ABK langsung catwalk di panggung utama. Itu kami lakukan karena menyadari keterbatasan mereka. Namun, mereka tetap masuk dalam perlombaan dan mendapat ruang yang sama untuk bersaing untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia," terang pria yang akrab disapa Ben.
Ben memaparkan, pada pukul 19.00 WIB, seluruh finalis tampil di Lawang Salapan. Mereka akan melakukan pertunjukan selama 30 menit bersama penari dan berbagai atraksi lainnya. Maknanya, perjuangan juga ada di jalanan. Setelah itu, mereka kembali ke stage utama untuk penjurian.
"Juri yang dilibatkan tahun ini cukup beragam, ada dari Bogor, ada juga juri profesional tingkat nasional, model dan pegiat fashion di Bogor. Untuk kategori juara ada pemenang 1, 2 dan 3.
Kemudian ada penghargaan best performance dan kostum terbaik. Tahun ini, Ibu Wali Kota juga memberikan apresiasi berupa piala tetap Ibu Wali Kota," paparnya.
"Busana yang dinilai adalah yang bernuansa pahlawan sebagai mana tema dalam lomba ini. Kami sadari yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini adalah para pahlawan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menyalakan semangat pahlawan itu di hati setiap generasi. Maknanya, perjuangan hari ini tidak lagi di medan perang, tetapi ada di banyak ruang kehidupan sehari-hari. Semua itu adalah medan perjuangan kami," tambah Ben.
Ben menjelaskan, para peserta yang tampil di sini bisa dibilang sebagai pahlawan masa kini. Mereka sudah berjuang mengalahkan rasa minder, rasa tidak percaya diri, bahkan keterbatasan mereka. Khususnya para sahabat-sahabat berkebutuhan khusus.
"Keberanian tampil di atas panggung adalah bentuk perjuangan dalam memaknai kemerdekaan," pungkasnya.***
Editor : Bsafaat

