Pelajar dan Masyarakat Bakal Diedukasi Penggunaan AI Oleh 230 Personel Polda Jabar
230 personel Polda Jabar disiapkan untuk mengedukasi pelajar dan masyarakat tentang penggunaan AI
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Selama dua hari, 230 personel Polda Jawa Barat (Jabar) dan Polres mengikuti pelatihan Artificial Inteligence (AI) atau kecerdasan buatan. Mereka nanti berperan sebagai garda terdepan memberikan literasi digital penggunaan AI ke siswa SMA sederajat.
"Peserta tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi diarahkan untuk mentransfer pengetahuan kepada siswa MSA sederajat melalui kegiatan Literasi Paham AI," ujar Kabag Binkar SDM Polda Jabar, AKBP Condro Sasongko, usai menutup pelatihan, Jumat, (31/07/2026).
Mantan Kapolres Serang 2024-2026 ini menjelaskan bahwa efek negatif dari penggunaan AI secara ugal-ugalan berupa deep fake, hoax, arisan online, love scamming hingga penipuan digital.
Sedangkan efek positif dari AI diantaranya membantu pengolahan data, pemetaan kerawanan, hingga membantu dibidang akademik.
"Dengan pelatihan ini, diharapkan tersedianya SDM yang mampu memberikan edukasi AI mengenai etika penggunaan, Keamanan dan perlindungan data digital, pengenalan hoaks, deepfake, pencegahan penipuan digital serta penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab," terangnya.
Nanti para personel Polda Jabar yang telah dilatih juga harus bisa mengedukasi masyarakat luas, agar mereka tidak menjadi korban kejahatan digital yang kini marak berbasis AI.
Informasi yang beredar luas di berbagai platform media sosial (medsos) dan dunia maya, kerap kali membuat bising dengan narasi yang provokatif.
"Pelatihan ini diharapkan meningkatkan kemampuan personel dan mengedukasi masyarakat maupun pelajar, dalam menghadapi ancaman kejahatan berbasis digital, terutama hoaks, deepfake, penipuan digital dan penyalahgunaan teknologi AI," jelasnya.
Sedangkan manfaat untuk personel Polri, bisa membantu penangkalan kejahatan siber, pendekatan dengan anak muda terutama pelajar yang akrab dengan dunia maya, sehingga memudahkan dalam menjaga keamanan hingga menekan korban kejahatan siber.
"Meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi ancaman kejahatan berbasis digital, terutama hoaks, deepfake, penipuan digital dan penyalahgunaan teknologi AI," jelasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

