Polda Jabar Gagas Patroli Jawara, Integrasikan Dashcam dan Bodycam

Polda Jabar menggagas PATROLI JAWARA dengan integrasi dashcam dan bodycam serta patroli berbasis data kerawanan untuk meningkatkan transparansi dan pelayanan pu

Polda Jabar Gagas Patroli Jawara, Integrasikan Dashcam dan Bodycam
Polda Jabar menggagas PATROLI JAWARA dengan integrasi dashcam dan bodycam serta patroli berbasis data kerawanan untuk meningkatkan transparansi dan pelayanan pu

INILAHKORAN.ID - Dinamika perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menuntut Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menjawab tantangan tingginya mobilitas masyarakat dan beragamnya karakteristik wilayah, Kepala Subdirektorat Tugas Umum (Kasubdit Gasum) Direktorat Samapta Polda Jawa Barat, AKBP Zharly Fiet menggagas inovasi bertajuk Patroli Jawara (Jaga Rawat Jawa Barat).

Inovasi yang digagas dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVI Tahun Anggaran 2026 ini dirancang sebagai langkah efisiensi dan modernisasi dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di lapangan.

"PATROLI JAWARA dirancang sebagai upaya optimalisasi pelaksanaan patroli dengan mengintegrasikan pemanfaatan dashcam dan bodycam, serta mengarahkan sasaran patroli berdasarkan analisis data kerawanan wilayah," ujarnya, Senin (31/8/2026).

Pemanfaatan teknologi Dashboard Camera (DASHCAM) pada kendaraan patroli dan Body Worn Camera (BODYCAM) pada personel ditujukan untuk memperkuat dokumentasi kegiatan, mendukung pengawasan internal, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas saat berinteraksi dengan masyarakat. Melalui inovasi ini, kegiatan patroli tidak lagi sekadar berorientasi pada kehadiran fisik personel di lapangan, melainkan mampu memberikan hasil yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Meski begitu, Zharly menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) agar penerapan teknologi ini dapat berjalan optimal di lapangan.

"Namun, pemanfaatan teknologi tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat. Diperlukan pemahaman, keterampilan, dan kesiapan personel agar teknologi dapat digunakan secara tepat sesuai kebutuhan operasional," kata Zharly.

Atas dasar itu, proyek perubahan ini juga fokus pada penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP), inventarisasi kebutuhan perangkat, serta pelatihan pemanfaatan DASHCAM dan BODYCAM bagi personel patroli demi membangun pola kerja yang lebih profesional, disiplin, dan responsif.

Dalam pelaksanaannya, PATROLI JAWARA mengusung pendekatan kolaboratif melalui pembentukan Tim Efektif yang melibatkan berbagai fungsi di Polda Jawa Barat, mulai dari unsur pimpinan, pengawasan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), logistik, keuangan, hingga bidang hukum.

Dukungan teknis diberikan oleh Bidang TIK, sementara kebutuhan sarana prasarana dan anggaran disokong oleh Bidlog serta Bidkeu. Adapun aspek regulasi dan penyusunan SOP ditelaah oleh Bidkum. Pendekatan kolaboratif ini juga membuka ruang keterlibatan pemangku kepentingan eksternal, seperti pemerintah daerah, penyedia teknologi, media massa, hingga masyarakat umum.

Selain penguatan teknologi dan SDM, PATROLI JAWARA turut mengubah mekanisme penentuan lokasi sasaran patroli di lapangan.

"Penentuan lokasi patroli diarahkan dengan mempertimbangkan data dan analisis tingkat kerawanan wilayah, karakteristik aktivitas masyarakat, waktu terjadinya gangguan kamtibmas, serta kebutuhan kehadiran personel kepolisian," jelas Zharly.

Dengan pendekatan berbasis data tersebut, pelaksanaan patroli dapat diarahkan ke lokasi yang membutuhkan kehadiran polisi secara presisi, sehingga penggunaan sumber daya organisasi dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Pada tahap implementasi jangka pendek, proyek perubahan ini telah menyelesaikan sejumlah tahapan fondasional, seperti pemetaan kebutuhan perangkat, penyusunan SOP, penguatan dukungan pimpinan, koordinasi lintas fungsi, serta peningkatan kompetensi personel melalui pelatihan pengoperasian kamera.

Ke depan, PATROLI JAWARA diarahkan pada penguatan sistem patroli berbasis data melalui pengembangan analisis kerawanan wilayah, pemenuhan perangkat secara bertahap, pengembangan dashboard pengendalian patroli, hingga perluasan asistensi dan pelatihan ke Polres dan Polsek jajaran Polda Jawa Barat.

Ia meyakini bahwa perubahan ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan transformasi kepolisian yang modern dan humanis di wilayah Jawa Barat.

"Inovasi ini bukan semata-mata tentang penggunaan perangkat kamera, melainkan bagaimana teknologi dapat menjadi instrumen pendukung peningkatan profesionalisme personel, penguatan pengawasan internal, serta peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat," tegas Zharly.

"PATROLI JAWARA hadir untuk menjaga keamanan, bekerja dengan profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan pelayanan keamanan yang profesional dan humanis," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti