Gara-gara Rp500 Jutaan, Persib Terancam Sanksi Registrasi Pemain FIFA hingga 3 Musim

Persib Bandung terancam sanksi pendaftaran pemain baru hingga 3 musim dari FIFA akibat kasus tunggakan ke sosok ini.

Gara-gara Rp500 Jutaan, Persib Terancam Sanksi Registrasi Pemain FIFA hingga 3 Musim
Gara-gara Rp500 Jutaan, Persib Terancam Sanksi Registrasi Pemain FIFA hingga 3 Musim

INILAHKORAN.ID - Ancaman sanksi berat membayangi klub raksasa tanah air, Persib Bandung. Berdasarkan dokumen Keputusan FIFA terkait klaim dari mantan pelatih Robert Rene Alberts.

Tim berjuluk Pangeran Biru tersebut terancam sanksi larangan mendaftarkan pemain baru hingga tiga periode pendaftaran (transfer window) berturut-turut.

​Kondisi ini tentu menjadi ancaman serius bagi kedalaman skuad dan pergerakan Persib di bursa transfer jika tidak segera dituntaskan.

​Bermula dari Kasus Sengketa dengan Robert Alberts

sanksi keras ini dijatuhkan FIFA setelah mengabulkan sebagian klaim yang diajukan oleh Robert Rene Alberts atas tunggakan pembayaran remunerasi.

​Dalam keputusan resmi tersebut, FIFA mewajibkan Persib Bandung untuk segera membayar tunggakan sebesar Rp581.250.000, ditambah denda berupa bunga sebesar 5% per tahun yang terhitung dari tiga termin pembayaran sejak Maret, April, hingga Mei 2025.

​Waktu 45 Hari: Terancam sanksi Transfer 3 Periode

​Mengutip dokumen resmi sesuai Pasal 8 Lampiran 2 Regulasi Status dan Transfer Pemain FIFA

Persib diberikan tenggat waktu 45 hari sejak keputusan diberitahukan untuk melakukan pembayaran penuh beserta bunganya.

​Jika lewat dari 45 hari belum dilunasi, Persib akan dikenakan larangan mendaftarkan pemain baru, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Larangan belanja/pendaftaran pemain baru ini dapat berlaku maksimal hingga 3 periode pendaftaran pemain secara penuh dan berturut-turut sampai seluruh tunggakan dibayarkan.

​Apabila dalam durasi 3 periode tersebut pembayaran masih belum dilunasi, kasus Persib akan dilimpahkan secara resmi ke Komite Disiplin FIFA (FIFA Disciplinary Committee).

​Pihak manajemen mengonfirmasi bahwa perkara ini merupakan kasus lama yang terjadi pada tahun 2022 dan saat ini tengah menempuh langkah-langkah penyelesaian sesuai mekanisme hukum yang berlaku agar operasional tim serta registrasi pemain baru tidak terganggu.


Editor : Firda Rachmawati