Garis Merah di Kepala Tengah Viral Lewat Drama Korea, Apa Sebenarnya S-Line Itu?

Sutaradara drama S-Line menjelaskan arti sebenarnya dari garis merah yang tengah viral.

Garis Merah di Kepala Tengah Viral Lewat Drama Korea, Apa Sebenarnya S-Line Itu?
S-Line yang tengah viral di media sosial.

INILAHKORAN, Bandung - Garis benang Merah atau S-Line, saat ini tengah viral dna menjadi trend di media sosial berkat Drama Korea yang baru tamat tersebut.

Sutradara Ahn Joo Young baru-baru ini diwawancarai untuk membahas karyanya di S-Line, Drama thriller fantasi orisinal dari Wavve. 

S-Line memperkenalkan konsep provokatif di mana Garis Merah dikenal sebagai "S-Line" terlihat jelas di antara orang-orang yang telah melakukan hubungan seksual.

Munculnya Garis ini mengungkap hasrat terlarang dan kebenaran tersembunyi, mengubah kehidupan sehari-hari menjadi ketegangan psikologis.

Ahn Joo Young menjelaskan bahwa Webtoon aslinya menginspirasinya untuk mengerjakan proyek ini. 

“Materi sumbernya sangat menarik. Meskipun mengandung unsur-unsur provokatif, seks lebih digunakan sebagai MacGuffin, alat bercerita untuk mengeksplorasi berbagai aspek sifat manusia,” ujarnya. 

“Alih-alih berfokus hanya pada realisme, saya ingin menunjukkan sisi-sisi yang berbeda dari orang-orang dengan memasukkan unsur-unsur surealis. Itulah yang membuat cerita ini menarik.”

Dia menekankan bahwa konsep S-Line sendiri tidak secara inheren negatif. "Selama tidak terkait dengan perilaku kriminal, saya rasa S-Line tidak boleh dipandang negatif."

Dia melanjutkan, "namun, karena hal-hal buruk memang terjadi karenanya, saya tentu lebih fokus pada aspek-aspek yang lebih gelap."

Tantangan yang signifikan adalah bagaimana memvisualisasikan S-Line di layar. “Kami bekerja sama erat dengan tim CG. Jika terlalu mirip laser, rasanya tidak alami. Jika terlalu matte, kurang terlihat,” jelas Sutradara Ahn. 

“Kami melakukan banyak uji coba untuk menemukan tekstur yang mencapai keseimbangan yang tepat menarik, tetapi tidak mengganggu.”

Menanggapi masukan bahwa episode terakhir (Episode 6) membingungkan atau terburu-buru , Ahn Joo Young mengakui, "Saya merasa tertekan untuk menyelesaikan semuanya dengan rapi di episode terakhir."

"Saat syuting, saya pikir semua penjelasan sudah disertakan, tetapi ternyata tidak sejelas yang saya harapkan," tuturnya.

Menariknya, S-Line awalnya ditujukan untuk format omnibus, mencerminkan sifat episodik dan segmentasi Webtoon aslinya, yang tidak memiliki protagonis tetap.

Namun, selama proses adaptasi, diputuskan untuk mengkonsolidasikan cerita di sekitar satu karakter utama. 

"Kami mencoba menghubungkan episode-episode dengan satu protagonis utama. Saya berharap kami memiliki lebih banyak episode untuk dikerjakan," tambah Ahn Joo Young. "Kami memilih episode yang cocok dengan karakter-karakter baru yang kami ciptakan."

Mengenai pesan utama yang ingin disampaikannya, Ahn Joo Young merenungkan, "gagasan untuk bisa 'melihat S-Line' melambangkan bagaimana orang-orang secara alami ingin tahu tentang kehidupan pribadi orang lain, meskipun mereka ingin merahasiakannya. Itulah paradoks yang ingin saya eksplorasi melalui Drama ini."***


Editor : Irma Nurfajri