Garut Catat 5 PDP dan 20 ODP Covid-19
Sejak merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia, hingga Jumat (20/3/2020) pukul 14.00 WIB di Kabupaten Garut tercatat ada sebanyak 5 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 20 orang dalam pemantauan (ODP).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut - Sejak merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia, hingga Jumat (20/3/2020) pukul 14.00 WIB di Kabupaten Garut tercatat ada sebanyak 5 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 20 orang dalam pemantauan (ODP).
Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Garut Ricky R Darajat mengatakan, sejauh ini tidak ada pasien positif terjangkit Covid-19 di Kabupaten Garut.
Menurutnya, dua orang dari lima PDP itu yakni pasien 01 dan pasien 02 yang dinyatakan negatif. Keduanya sudah pulang dari rumah sakit. Satu orang lagi, pasien 03 juga dinyatakan negatif, kendati yang bersangkutan akhirnya meninggal dunia saat dalam penanganan tim medis. Dua PDP lainnya, pasien 04 dan pasien 05 masih dalam perawatan dan observasi tim medis.
"Pasien 04 yang diduga memiliki gejala yang sama dengan yang terinfeksi Covid-19 sedang dalam penanganan tim medis RSU dr Slamet Garut, dan kondisinya berangsur membaik. Sedangkan pasien 05 masih dirawat di RSU Pameungpeuk, meskipun hasilnya sudah diketahui yang bersangkutan negatif dari Covid-19," kata Ricky.
Dia berharap masyarakat tidak keliru memahami tiga istilah yang kini populer berkaitan merebaknya wabah Covid-19 sehingga menimbulkan ketakutan. Tiga istilah itu yakni ODP, PDP, dan suspect Covid-19.
Ricky menegaskan, seseorang dikategorikan ODP bila sempat bepergian ke daerah yang terpapar Covid-19 baik di dalam maupun luar negeri saat ini atau yang bersangkutan pernah kontak langsung dengan pasien positif terjangkit Covid-19. Kendati begitu, orang tersebut belum menunjukkan gejala sakit.
Berbeda halnya dengan PDP. Seseorang dikategorikan PDP bila yang bersangkutan menjadi pasien atau sudah dirawat tim medis dengan menunjukkan gejala demam, batuk, pilek, dan sesak napas.
"Tetapi yang seperti ini juga belum tentu positif terjangkit. Sebab, belum ada hasil laboratorium memastikannya positif atau negatif Covid-19," ingat Ricky.
Sedangkan suspect Covid-19, lanjutnya, bila pasien diduga kuat terjangkit dengan menunjukkan gejala-gejala terkena Covid-19 dan pernah ada kontak dengan pasien positif Covid-19. Terhadap pasien tersebut, nantinya akan dilakukan pemeriksaan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) dan genome sequencing untuk melihat status infeksi Covid-19 di tubuh pasien. (Zainulmukhtar)
Editor : Doni Ramdhani

