Garut Masuk Nominasi TPAKD Terbaik Jawa-Bali, Ribuan Petani Kentang Terima Pembiayaan
TPAKD Garut masuk dalam nominasi Program TPAKD Terbaik tingkat kabupaten wilayah Jawa-Bali pada ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Garut masuk dalam nominasi Program TPAKD Terbaik tingkat kabupaten wilayah Jawa-Bali pada ajang Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPAKD 2026.
Pengakuan tersebut tidak terlepas dari sejumlah program yang menghubungkan sektor produktif dengan layanan keuangan. Mulai dari dukungan pembiayaan bagi petani kentang, pengembangan investor muda dan UMKM, hingga perluasan kepemilikan rekening tabungan di kalangan pelajar.
Salah satu program yang menjadi andalan adalah pengembangan pertanian melalui UPLAND Kentang. Program ini mengintegrasikan penguatan usaha tani dengan akses pembiayaan yang disalurkan melalui Perumda BPR Garut dan Koperasi Ganitri. Sepanjang 2025, pembiayaan melalui Perumda BPR Garut tercatat mencapai Rp20 miliar.
Dampak program tersebut juga terlihat dari bertambahnya jumlah petani kentang penerima manfaat. Dari semula 792 orang pada 2024, jumlahnya meningkat menjadi 1.174 petani pada 2025 atau bertambah 48,2 persen.
Kepala OJK Tasikmalaya Nofa Hermawati menilai, pencapaian Garut memperlihatkan pentingnya kerja sama antarpemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan keuangan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Masuknya Kabupaten Garut dalam nominasi Program TPAKD Terbaik Wilayah Jawa-Bali menunjukkan bahwa perluasan akses keuangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat apabila didukung kolaborasi yang kuat dan program yang tepat sasaran," ujar Nofa, Selasa (27/10/2026).
Dia menegaskan, perluasan akses keuangan perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan tersebut untuk mendukung kegiatan ekonomi.
“Kami terus mendorong agar akses keuangan tidak hanya semakin luas, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di luar sektor pertanian, TPAKD Garut turut mendorong keterlibatan masyarakat dalam pasar modal melalui program Berdaya Investor Muda dan UMKM Go Public.
Kedua program tersebut mencatat pembukaan 45.245 single investor identification (SID) baru, melampaui target yang ditetapkan sebanyak 6.545 SID.
Sementara itu, upaya memperkenalkan layanan perbankan sejak usia sekolah dilakukan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Hingga 2025, program tersebut berhasil memfasilitasi pembukaan 25.797 rekening pelajar, sekaligus menjadi sarana untuk menanamkan kebiasaan menabung dan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut Putri Karlina menyebut pencapaian tersebut sebagai dorongan bagi pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan program yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi Kabupaten Garut untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Putri.
Kami ingin memastikan bahwa potensi ekonomi Garut, khususnya sektor pertanian dan UMKM, memperoleh dukungan akses pembiayaan yang semakin luas dan tepat sasaran," tambahnya.
Menurut Putri, penguatan peran TPAKD diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidup.
“Melalui TPAKD, kami berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperbaiki kesejahteraannya,” katanya.
Sedangkan, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Garut Ricky Rizki Darajat menambahkan pencapaian tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus penyemangat untuk meningkatkan efektivitas program ke depan.
Dia mengatakan, pemerintahan daerah akan terus mengarahkan program TPAKD agar menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan selaras dengan potensi ekonomi unggulan Garut.
OJK Tasikmalaya bersama Pemkab Garut dan para pemangku kepentingan berkomitmen melanjutkan pengembangan program akses keuangan. Fokusnya meliputi dukungan pembiayaan bagi sektor produktif, penguatan UMKM, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam Rakornas TPAKD 2026 bertema “Percepatan Akses Keuangan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia” yang berlangsung di Jakarta pada Kamis (22/10/2026).
Kegiatan itu turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi nasional dalam memperluas akses keuangan yang inklusif.
Editor : Doni Ramdhani
