Garut Mundur, Pemprov Jabar Ambil Alih MTQ 2027 dengan Siapkan 2 Tempat Ikonik

Pemprov Jabar memastikan penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi 2027 tetap berjalan, meski Kabupaten Garut mengundurkan diri sebagai tuan rumah.

Garut Mundur, Pemprov Jabar Ambil Alih MTQ 2027 dengan Siapkan 2 Tempat Ikonik
Masjid Raya Al Jabbar rencananya akan dipergunakan untuk penutupan MTQ tingkat provinsi 2027. (dok)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar memastikan penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi 2027 tetap berjalan, meski Kabupaten Garut mengundurkan diri sebagai tuan rumah.

Keputusan pengambilalihan tersebut dilakukan usai Pemkab Garut menyampaikan surat resmi pengunduran diri sebagai penyelenggara akibat tekanan fiskal dan kondisi APBD yang mengalami defisit.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan, Pemprov Jabar akhirnya memutuskan menjadi tuan rumah langsung agar agenda keagamaan tersebut tidak terhenti.

Menurutnya, MTQ bukan hanya perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga bagian dari penguatan nilai-nilai keislaman di masyarakat.

"Saya menyampaikan ucapan terima kasih pada berbagai pihak yang memberikan perhatian pada MTQ Provinsi Jawa Barat. Saya tadi subuh sudah berkomunikasi dengan asisten dua (Asda II bidang perekonomian dan pembangunan Setda Jabar, Sumasna) yang menangani MTQ di Jawa Barat," ujar Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Minggu (2/8/2026).

Dedi menjelaskan, kondisi keuangan Kabupaten Garut menjadi pertimbangan utama dalam perubahan skema penyelenggaraan. Pemprov Jabar pun memilih mengambil alih pelaksanaan MTQ 2027, agar persiapan dapat berjalan lebih terarah.

"Karena Garut mengundurkan diri sebagai tuan rumah, kita juga memahami APBD-nya mengalami defisit. Maka pemerintah Provinsi Jawa Barat memutuskan penyelenggaran MTQ 2027 dilaksanakan oleh Pemprov Jabar langsung," katanya.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jabar menyiapkan lokasi ikonik sebagai bagian dari rangkaian MTQ tingkat provinsi. Pembukaan direncanakan berlangsung di halaman Gedung Sate, sementara agenda penutupan akan digelar di Masjid Raya Al Jabbar.

"Tuan rumahnya langsung Pemprov Jabar, pembukaannya di halaman Gedung Sate, penutupannya di Masjid Al-Jabar," tutur Dedi.

Namun, Dedi memberikan catatan khusus terkait pelaksanaan MTQ. Dia meminta seluruh pihak yang terlibat menjaga integritas dan menjadikan nilai kejujuran sebagai fondasi utama, baik dalam penyelenggaraan maupun proses penilaian.

Menurutnya, MTQ yang membawa pesan syiar Islam tidak boleh kehilangan makna akibat persoalan teknis maupun kepentingan tertentu.

"Untuk itu saya ucapkan terima kasih pada semuanya dengan satu catatan penting. MTQ ini mengembangkan syiar Islam, mengajarkan nilai-nilai Al-Quran, maka penyelenggaraannya harus menjunjung tinggi asas kejujuran. Harus jujur dalam penyelenggaraan, jujur dalam penjurian," tegasnya.

Sebelumnya, Pemprov Jabar sempat mempertimbangkan penundaan MTQ tingkat provinsi karena keterbatasan anggaran. Kabupaten Garut yang telah ditetapkan sebagai calon tuan rumah, akhirnya mengundurkan diri setelah mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Dengan pengambilalihan oleh Pemprov Jabar, MTQ 2027 diharapkan tetap menjadi ajang pembinaan generasi Qurani sekaligus memperkuat syiar Islam di Jawa Barat.


Editor : Doni Ramdhani