Garut Pasok Berton-ton Produk Hortikultura Kontributor Inflasi ke Tangerang
Melalui kerjasama antardaerah (KAD), Koperasi Eptilu Membangun Indonesia dari Kabupaten Garut dihubungkan dengan dengan Distributor Family Sayur di Kota Tangerang. Proses tersebut diinisiasi BI Jabar guna menekan laju inflasi ke depan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Guna mencegah inflasi meroket, BI Jabar mengambl langkah nyata. Petani produk hortikultura asal Garut akan memasok kebutuhan sayuran Tangerang.
Melalui kerjasama antardaerah (KAD), Koperasi Eptilu Membangun Indonesia dari Kabupaten Garut dihubungkan dengan dengan Distributor Family Sayur di Kota Tangerang. Proses tersebut diinisiasi BI Jabar guna menekan laju inflasi ke depan.
Koperasi Eptilu Membangun Indonesia berkomitmen memasok berbagai produk hortikultura penyumbang inflasi terbesar yakni cabai rawit, cabai keriting, dan tomat.
"Dengan perjanjian kerja sama ini, kita akan memasok cabai rawit sebesar 6 ton per bulan, cabai keriting sebesar 6 ton per bulan, dan tomat sebanyak 18 ton per bulan," kata Ketua Koperasi Eptilu Membangun Indonesia Rizal, akhir pekan lalu.
Dia menuturkan, adanya KAD itu merupakan hal yang baik terutama dalam mendorong kesejahteraan petani cabai dan hortikultura mitra Koperasi Eptilu.
Sementara itu, Kepala BI Jabar Herawanto mengatakan skema KAD itu dijalankan guna menekan laju inflasi yang diperkirakan akan terus meninggi.
"KAD yang dijalankan itu semakin memperkuat alur proses hilirisasi produk Koperasi Eptilu, sehingga tercipta kepastian pasar dengan tingkat harga yang bersaing," katanya.
Menurutnya, BI Jabar merealisasikan program ekosistem ketahanan pangan terintegrasi (Pangsi) bertajuk Sukabumi Project. Jalinan kolaborasi itu diyakini menjamin ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi komoditas pangan.
Herawanto mengatakan, jalinan sinergi dan langkah bersama itu dilakoni guna memperluas program Pangsi melalui implementasi KAD antarprovinsi dalam kerangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
“KAD yang kita jalin ini sebagai salah satu upaya mengendalikan inflasi pangan yang memiliki bobot cukup besar dari komposisi pengeluaran masyarakat, sehingga pengendalian inflasi akan memberikan dampak sosial yang besar untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Herawanto di Serang, Sabtu 13 Agustus 2022.
Di Serang, BI Jabar dan BI Banten menjalin KAD antarpelaku usaha di wilayah Jabar dan Banten. Sebelumnya, kedua perwakilan lembaga bank sentral di provinsi itu meneken nota kesepahaman 3 KAD untuk komoditas pangan yakni cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, tomat serta produk hortikultura lainnya.
Ketiga KAD yang dijalin itu yakni pertama Koperasi Tani Mandiri Sejahtera (Kabupaten Sukabumi) dengan PT Pasar Komoditas Nasional Niaga Utama (Kota Tangerang). Kedua, Koperasi Eptilu Membangun Indonesia (Kabupaten Garut) dengan Distributor Family Sayur (Kota Tangerang). Ketiga, Kelompok Tani Mukti (Kabupaten Lebak) dengan Kelompok Usaha Bangbrang Jaya Tani (Kabupaten Sukabumi).
Menurutnya, dalam jangka pendek implementasi KAD tersebut menjadi kunci dalam memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi komoditas pangan guna mengantisipasi potensi tekanan inflasi yang utamanya bersumber dari peningkatan harga kelompok bahan makanan (volatile food).
Optimasi ekosistem ketahanan pangan terintegrasi itu juga akan terus diperkuat melalui akselerasi implementasi digitalisasi secara end-to-end mulai dari sisi produksi, pascaproduksi, pemasaran, pembayaran, hingga pembiayaan. Seluruh proses itu dijalankan melalui smart farming, smart fishery, packing house, refrigerated logistic, hingga optimasi penggunaan digital banking services yang akan menciptakan efisiensi dan efektivitas proses bisnis.*** (dnr)
Editor : Doni Ramdhani
