Korea Utara Sebut Serial 'Squid Game' Gambarkan Masyarakat Kapitalis

Situs propaganda Korea Utara, Arirang Meari dalam sebuah laporan tentang 'Squid Game' mengecam drama itu karena menggambarkan kapitalis

Korea Utara Sebut Serial 'Squid Game' Gambarkan Masyarakat Kapitalis
Serial 'Squid Game' yang meledak di pasaran.

INILAHKORAN, Bandung - Situs propaganda Korea Utara, Arirang Meari dalam sebuah laporan tentang 'Squid Game' mengecam drama bertahan hidup itu karena menggambarkan realitas menyedihkan dari masyarakat Korea Selatan yang kejam.

"Squid Game mendapatkan popularitas karena mengungkap realitas budaya kapitalis Korea Selatan," tulis situs tersebut.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa serial Netflix itu menggambarkan seolah dunia hanya mementingkan uang dan perilaku tidak bermoral adalah hal yang biasa.

Baca Juga: Selamat! 'Squid Game' Jadi Serial yang Paling Banyak Ditonton Sepanjang Sejarah Netflix

“Masyarakat Korea Selatan saat ini di mana jumlah pecundang dalam persaingan ketat seperti pekerjaan, real estat, dan saham meningkat secara dramatis,” kata artikel Arirang Meari.

Salah satu cerita yang mungkin secara khusus membuat rezim Korea Utara marah karena melibatkan salah satu pemain 'Squid Game' yang merupakan pembelot Korea Utara, Kang Sae Byeok (Jung Ho Yeon).

Ia memasuki turnamen pertandingan untuk memenangkan uang agar bisa mengeluarkan adik laki-lakinya dari panti asuhan dan menyelamatkan ibunya yang ditahan di China setelah melarikan diri dari Korea Utara.

Baca Juga: Ingat Jangan Dikonsumsi Berlebih! Ini Efek Buruk Boba Bagi Kesehatan

Sementara itu, menurut sutradara Squid Game, Hwang Dong Hyuk, serial ini dibuat untuk menyoroti kesenjangan kekayaan yang berkembang di dunia modern.

"Saya ingin menulis sebuah cerita yang merupakan alegori atau fabel tentang masyarakat kapitalis modern, sesuatu yang menggambarkan persaingan ekstrem, agak seperti persaingan hidup yang ekstrem," katanya.***(Firda Rachmawati)

 
 


Editor : inilahkoran