Waspada! 4 Makanan Ini Ternyata Bisa Memicu dan Memperburuk Kecemasan
Tahukah Anda bahwa makanan sehari-hari bisa memicu anxiety? Simak 4 jenis makanan dan minuman pemicu kecemasan beserta alternatif sehatnya di sini
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi oleh pola pikir atau tingkat stres harian, tetapi juga oleh apa yang masuk ke dalam piring dan gelas kita setiap hari.
Banyak yang tidak menyadari bahwa beberapa makanan dan minuman populer yang dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat memicu gejala kecemasan (anxiety) atau membuat kondisi cemas terasa semakin parah.
Mengutip informasi dari Healthline, berikut adalah 4 jenis makanan dan minuman yang perlu Anda batasi beserta alternatif sehat yang bisa dicoba.
1. Alkohol
Banyak orang mengonsumsi alkohol untuk menenangkan diri atau mengatasi kecemasan sosial saat berada di keramaian. Namun, secara medis, alkohol justru memberikan dampak sebaliknya.
Alkohol dapat mengubah kadar serotonin dan neurotransmitter lain di dalam otak, yang pada akhirnya memperburuk kecemasan. Begitu efek alkohol mulai hilang (hangover), perasaan cemas justru dapat meningkat drastis.
Alternatif sehat: Jika Anda menyukai sensasi minuman segar saat bersosialisasi, gantilah dengan mocktail buah tanpa gula tambahan, air kelapa, atau sparkling water dengan perasan lemon segar.
2. Kafein
Kopi, teh pekat, hingga minuman berenergi menjadi andalan banyak orang untuk mendongkrak fokus di pagi hari. Namun, bagi individu yang rentan terhadap gangguan kecemasan atau panik, asupan kafein dalam dosis tinggi bisa berakibat buruk.
Kafein merangsang sistem saraf pusat dan dapat memicu gejala fisik seperti jantung berdebar, tangan gemetar, dan rasa gelisah—yang sangat mirip dengan serangan panik (panic attack). Batas aman konsumsi kafein harian untuk dewasa umumnya adalah 400 mg, namun orang yang sensitif bisa merasakan efek cemas bahkan dalam dosis yang jauh lebih rendah.
Alternatif sehat: Beralihlah ke teh herbal yang menenangkan seperti peppermint, chamomile, atau lavender tea yang bebas kafein.
3. Gula Tambahan (Added Sugars)
Kandungan gula tambahan tidak hanya tersembunyi di dalam makanan penutup seperti kue, donat, atau es krim, tetapi juga pada saus tomat, dressing salad, dan sereal sarapan.
Saat Anda mengonsumsi gula berlebih, kadar gula darah akan melonjak drastis secara cepat (sugar rush) lalu anjlok seketika (sugar crash). Lonjakan dan penurunan gula darah yang tajam ini memicu tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol, yang memicu munculnya rasa khawatir, lekas marah, dan cemas.
Alternatif sehat: Dapatkan rasa manis alami dari buah-buahan segar, ubi jalar, atau pemanis alami seperti stevia.
4. Karbohidrat Olahan (Refined Carbs)
Roti putih, pasta, dan kue-kue berbahan tepung terigu olahan memiliki efek yang hampir mirip dengan gula tambahan pada tubuh.
Karbohidrat olahan tidak memiliki serat dan nutrisi utuh, sehingga cepat dicerna dan menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat. Fluktuasi energi yang drastis ini berkontribusi langsung pada perubahan suasana hati (mood swings) dan meningkatkan risiko timbulnya perasaan cemas.
Alternatif sehat: Pilih karbohidrat kompleks yang kaya serat seperti roti gandum utuh (whole wheat), beras merah, oat, atau quinoa untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil sepanjang hari.
Editor : Firda Rachmawati

