Benarkah Weighted Blanket Bantu Tidur Nyenyak? Ini Fakta Medis dan Risikonya
Weighted blanket diklaim membantu tidur dan mengurangi cemas. Simak manfaat, bukti ilmiah, cara penggunaan, dan risikonya menurut ahli.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Di tengah cuaca dingin atau saat tubuh terasa lelah, banyak orang memilih menggunakan selimut tebal untuk menghangatkan diri. Namun, belakangan weighted blanket atau selimut pemberat semakin populer karena diklaim dapat mengurangi kecemasan sekaligus membantu seseorang tidur lebih cepat.
Salah satu pengguna, Rhonda James, seorang bankir asal South Carolina, Amerika Serikat, mengaku awalnya ragu saat menerima weighted blanket sebagai hadiah dari suaminya. Namun, kesan itu berubah setelah mencobanya.
"Rasanya seperti dipeluk erat," ujar James.
Lantas, seberapa efektif weighted blanket jika dilihat dari sisi medis?
Cara Kerja weighted blanket
weighted blanket umumnya berisi manik-manik kaca atau material khusus yang membuat bobotnya jauh lebih berat dibanding selimut biasa.
Pakar kedokteran tidur dari UCLA Health, Dr. Neal Walia, menjelaskan tekanan yang tersebar merata dari selimut tersebut dapat membantu menenangkan respons fight-or-flight atau respons stres pada otak.
"Beban yang terdistribusi secara merata memberikan sinyal ke tubuh bahwa Anda berada di lingkungan yang aman dan tenang," kata Walia.
Tekanan lembut tersebut juga diduga merangsang pelepasan hormon oksitosin, yang dikenal sebagai "hormon cinta". Hormon ini berperan dalam memberikan rasa nyaman serta membantu menurunkan tingkat kecemasan.
Bukti Ilmiah Masih Terbatas
Meski banyak pengguna mengaku merasakan manfaatnya, bukti ilmiah mengenai efektivitas weighted blanket masih terbatas karena sebagian besar penelitian dilakukan dalam skala kecil.
Sejumlah studi menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan, di antaranya:
Penelitian terhadap 120 penderita insomnia menemukan weighted blanket membantu peserta tidur lebih nyenyak dibanding selimut biasa.
Studi pada 67 anak dengan spektrum autisme menunjukkan mereka lebih menyukai penggunaan weighted blanket meskipun tidak meningkatkan kualitas tidur secara signifikan.
Riset terhadap 94 orang dewasa menemukan selimut pemberat mampu membantu mengurangi nyeri kronis, meski tidak memberikan perubahan besar pada durasi tidur.
Cara Menggunakan weighted blanket dengan Aman
Bagi orang dewasa yang sehat, para ahli menyarankan memilih weighted blanket dengan berat sekitar 10 persen dari berat badan.
Namun, selimut ini tidak dianjurkan untuk semua orang, terutama:
Anak-anak berusia di bawah tiga tahun karena berisiko menghambat pernapasan dan ruang gerak.
Penderita gangguan pernapasan seperti asma berat atau sleep apnea, yang sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.
Selain itu, harga weighted blanket juga menjadi pertimbangan. Produk berkualitas umumnya dijual mulai US$50 hingga lebih dari US$300, atau sekitar Rp800 ribu hingga Rp4,8 juta, tergantung ukuran dan materialnya.
Kesimpulan Ahli
Pakar kedokteran tidur dari Weill Cornell Medicine, New York, Dr. Daniel Barone, menilai weighted blanket dapat menjadi terapi pendamping bagi sebagian orang yang mengalami gangguan tidur atau kecemasan.
"Jika tidak berbahaya dan ada potensi membantu, tidak ada salahnya untuk dicoba," ujar Barone.
Meski demikian, para ahli menegaskan weighted blanket bukan pengganti pengobatan medis. Jika gangguan tidur atau kecemasan berlangsung berkepanjangan, konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah yang paling disarankan.***
Editor : JakaPermana


