AI Ubah Industri Keuangan, Sejumlah Pekerjaan Perbankan Mulai Tergantikan Teknologi
AI mengubah industri keuangan dengan mengotomatisasi layanan perbankan, investasi, dan analisis risiko. Namun peran manusia masih tetap dibutuhkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di industri keuangan terus meningkat. Teknologi ini kini dimanfaatkan untuk memeriksa dokumen pinjaman, melayani nasabah melalui chatbot, menganalisis investasi, hingga mengelola risiko secara lebih cepat dan efisien.
Perkembangan tersebut membuat sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dikerjakan manusia mulai beralih ke sistem otomatis berbasis AI.
Berbagai riset memperkirakan otomatisasi akan mengurangi kebutuhan tenaga kerja di sektor perbankan dan jasa keuangan. Pasalnya, AI mampu menyelesaikan pekerjaan yang bersifat rutin dalam waktu lebih singkat dengan tingkat efisiensi yang tinggi.
Sejumlah bank global telah membuktikan manfaat teknologi tersebut. JPMorgan memanfaatkan AI untuk mempercepat proses pemeriksaan dokumen pinjaman sekaligus mengurangi potensi kesalahan. Sementara itu, sejumlah bank di Inggris dan India telah mengoperasikan chatbot berbasis AI yang mampu menjawab pertanyaan nasabah hanya dalam hitungan detik.
Di sektor investasi, AI juga memainkan peran penting dalam menganalisis data pasar dan membantu penyusunan strategi investasi. Proses analisis yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup lama kini dapat dilakukan lebih cepat berkat kemampuan teknologi mengolah data dalam jumlah besar.
Meski demikian, AI belum mampu sepenuhnya menggantikan peran manusia. Teknologi ini tetap memiliki risiko kesalahan dalam kondisi tertentu.
Salah satu contoh terjadi pada 2012 ketika sistem perdagangan otomatis milik Knight Capital Group mengalami gangguan yang menyebabkan kerugian sekitar US$440 juta hanya dalam waktu 45 menit.
Selain itu, AI dinilai belum mampu menggantikan pertimbangan manusia ketika menghadapi kondisi pasar yang tidak menentu maupun dalam pengambilan keputusan yang kompleks.
Karena itu, banyak pakar menilai kehadiran AI bukan untuk menghapus profesi di sektor keuangan, melainkan mengubah cara kerja industri. Peran manusia tetap dibutuhkan dalam pengambilan keputusan strategis, pengawasan teknologi, serta memastikan penggunaan AI berjalan secara aman, etis, dan bertanggung jawab.***
Editor : JakaPermana


