Ini Tips Mendorong Penjualan Produk Fesyen Menurut Dosen Sekolah Bisnis ITB Reza Ashari Nasution

Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) Reza Ashari Nasution memberikan tips meningkatkan penjualan fesyen

Ini Tips Mendorong Penjualan Produk Fesyen Menurut Dosen Sekolah Bisnis ITB Reza Ashari Nasution
Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB Reza Ashari Nasution

INILAHKORAN, Bandung,- Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) Reza Ahari Nasution turut memberikan pandangannya terkait stagnannya penjualan produk-produk fesyen secara daring.

Reza Ashari Nasution mengungkapkan, pelaku usaha fesyen dalam perdagangan elektronik perlu memperbaiki beberapa hal termasuk pengalaman konsumen dalam mencari dan mencoba pakaian.

Sehingga konsumen dapat merasakan sensasi berbelanja di dunia maya, namun tetap seperti pengalaman belanja di dunia nyata.

Baca Juga: Perpanjangan PPKM Jawa-Bali, Garut Bergeming di Level 3

Reza meyakini hal itu diyakini dapat meningkatkan nilai transaksi produk fesyen dalam perdagangan secara daring di pandemi Covid-19.

Reza Ashari Nasution mengatakan, mencoba barang secara langsung masih menjadi pertimbangan utama konsumen dalam membeli produk fesyen.

Karenanya konsumen masih memilih jalur belanja konvensional dalam membeli produk-produk fesyen

Terbukti saat pandemi Covid-19 pun, kenaikan pembelian produk fesyen melalui perdagangan online atau daring tidak tumbuh siginifikan, bahkan kalah tinggi dibandingkan produk elektronik.

Baca Juga: DPRD Jabar Minta Target Pendapatan dan Belanja Masuk Akal

Menurut Reza, mengutip hasil survei dari Delloitte yang mengungkapkan pembelian produk mode mengalami peningkatan sebesar 2 persen, sedangkan produk elektronik mencapai 4 persen.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan penjualan produk fesyen pada perdagangan online, penjual perlu memperbaiki pengalaman konsumen membeli produk.

"Perlu ada inovasi digital dalam membeli produk fesyen seperti teknologi virtual yang memungkinkan konsumen mencoba pakaian secara daring," kata Reza Ashari Nasution, Selasa 2 November 2021.

Baca Juga: Karateka Kota Bandung Raih Prestasi Kejuaraan Virtual Internasional

Reza menambahkan, melihat kebutuhan tersebut, salah satu teknologi yang memungkinkan untuk diterapkan yakni dengan membuat avatar tiga dimensi.

Konsumen memindai ukuran tubuh mereka terlebih dahulu dengan alat pemindai seperti kamera ponsel pintar. Ukuran tubuh ini kemudian diubah menjadi avatar tiga dimensi yang menjadi referensi untuk mencoba baju secara daring.

Teknologi lain yang bisa diterapkan yakni Augmented Reality (AR). Teknologi tersebut membuat pengalaman mencoba baju secara daring semakin mendekati pengalaman mencoba secara langsung.

Baca Juga: Program Makmur Pupuk Kujang Dongkrak Laba Petani Subang hingga 32 Persen
Alih-alih menggunakan avatar tiga dimensi, konsumen bisa langsung menggunaka citra diri mereka yang ditangkap melalui kamera ponsel, lalu mencoba pakaian yang sudah dikonversi menjadi sebuah produk AR.

Pelaku e-commerce juga harus memperhatikan faktor-faktor lain terkait pengalaman konsumen berbelanja secara daring. Faktor-faktor ini bisa mengurangi kesenangan konsumen berbelanja secara daring.

"Keamanan bertransaksi, keterlambatan dalam memproses pesanan, ketidaksesuaian antara foto dengan produk riil, kesulitan dalam pengembalian produk, pilihan metode pembayaran yang tidak sesuai dapat mengurangi pengalaman menyenangkan konsumen berbelanja daring," ucap Reza Ashari Nasution.

Baca Juga: Verifikasi dan Validasi Warga Miskin Kabupaten Cirebon Tunggu Anggaran

Tak hanya bagi penjual, faktor-faktor tersebut juga harus dicermati penyedia platform perdagangan elektronik karena terdapat banyak akun toko yang mereka kelola dengan standar kualitas yang berbeda.

Untuk mengatasi hal ini, marketplace seperti Tokopedia dan Bukalapak menyediakan kolom review bagi konsumen untuk menilai layanan dan produk toko serta memberikan rating bagi toko sebagai indikator kualitas layanan mereka.

Pengalaman konsumen dalam mencari informasi di dunia maya juga perlu diperhatikan penjual perdagangan online.

Baca Juga: SBY Didiagnosis Idap Kanker Prostat, Netizen Ramai-ramai Kirim Doa

Misalnya penjual bisa membantu konsumen mendapatkan informasi dengan memberikan rekomendasi produk dan ulasannya dari pakar.***(Okky Adiana)


Editor : inilahkoran