Waduh, Bos Tim Balap ini Menyesal Pernah Menggunakan Jasa Valentino Rossi di Tim Balap Petronas Yamaha SRT
Pebalap senior MotoGP Valentino Rossi membuat fakta mengejutkan. Bos tim balap Petronas SRT Razlan Razali pernah menyesal
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN-Pebalap senior MotoGP Valentino Rossi membuat fakta mengejutkan.
Bos tim balap Petronas SRT Yamaha Valentino Rossi yakni Razlan Razali mengeluarkan pernyataan yang bikin terkejut.
Razlan Razali menyesal pernah menggunakan jasa Valentino Rossi di tim balap Petronas Yamaha SRT pada MotoGP 2021.
Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Motorsport pada Kamis, 2 Desember 2021, Razlan mengaku menyesal telah membawa Valentino Rossi masuk dalam tim balapnya.
Baca Juga: Baru Pensiun Usai Balapan di Valencia, Valentino Rossi Sudah Kangen Mengaspal Lagi...
Pasalnya, tim balap Petronas SRT Yamaha kehilangan tajinya setelah tampil apik pada musim balap 2020.
Sempat bertarung untuk gelar juara dunia pada musim lalu, Petronas Yamaha SRT kini berada di peringkat 10 dari 11 tim yang berlaga di ajang MotoGP 2021.
Razlan pun mengungkapkan kekecewaannya yang terjadi pada balapan musim ini.
Baca Juga: Valentino Rossi Bicara Prestasi Terbesar dalam Karier MotoGP, Ternyata Bukan 9 Gelar Juara Dunia
"Jika saya bisa memutar waktu, saya ingin memutuskan pada Juni 2021 untuk menerima tawaran kontrak pertama dari Petronas. Saya ingin bernegosiasi untuk lebih banyak uang," tuturnya menjelaskan.
Ia pun turut menjelaskan kalau salah satu keputusan yang ia sedikit kecewa adalah ketika merekrut Valentino Rossi.
Awalnya, Razlan skeptis tak mau menggunakan jasa pembalap berusia 42 tahun tersebut.
Baca Juga: Sederet Prestasi Valentino Rossi sang Legenda MotoGP yang Segera Pensiun
Tetapi karena Rossi sempat menunjukkan performa apik pada balap di Jerez musim lalu, Razlan pun akhirnya mau mengangkut VR46.
"Sejujurnya, saya seharusnya tidak mendatangkan Valentino! Selalu ada asumsi kalau kami tak punya pilihan, kecuali merekrut Valentino pada 2021.
"Asumsinya adalah kami berada di bawah tekanan dari Yamaha, tetapi tidak, sama sekali tidak ada tekanan," tuturnya menjelaskan.
Baca Juga: Mengenang Aksi Gila Valentino Rossi: Kencing di Pinggir Trek hingga Pakai Helm 'Viagra'
Harapan Razlan terhadap Valentino Rossi pupus ketika melihat performa VR46 di lintasan.
Usai terpapar Covid-19, Rossi sering kali keluar dari posisi 10 besar balapan. Bahkan, VR46 harus puas tempati peringkat ke-20 klasemen akhir.***
Editor : inilahkoran


