Cerita Marissa Anita Berpuasa Medsos Setelah Alami Gangguan Psikologis

Jurnalis sekaligus Mental Speaker, Marissa Anita di kanal Youtube Great Mind merekomendasikan seseoang dengan gangguan mental.

Cerita Marissa Anita Berpuasa Medsos Setelah Alami Gangguan Psikologis
Cerita Marissa Anita Berpuasa Medsos Setelah Alami Gangguan Psikologis

INILAHKORAN, Bandung- Pernahkah anda merasa cemas,sulit fokus, dan sering emosi? Bahkan seakan tidak punya cukup waktu dalam satu hari? Mungkin bisa mencoba puasa media sosial.

Jurnalis sekaligus Mental Speaker, Marissa Anita di kanal Youtube Great Mind merekomendasikan seseoang dengan gangguan mental tadi dengan membatasi aktifitas di media sosial.

Dengan bertambahnya platform media sosial, makin bertambah pula faktor penggunanya yang merasa cemas, insecure, dan gejala gangguan psikologis lainnya. Marissa Anita adalah salah satu korbannya.

Baca Juga: 2022, Pemkab Bandung Barat Bakal Sulap Alun-alun Cililin Jadi Little Mekkah

“Saya yakin saya tidak sendiri, tidak punya media sosial,” ucap Marissa Anita.

Sejak 2016, perlahan tapi pasti mantan News Anchor NET. tersebut mulai menarik diri dari media sosial.

Pada 2019, ia menjalani eksperimen berpuasa media sosial. Tidak lama namun bagi seorang Jurnalis, media sosial adalah bagian dari pekerjaan juga.

“Minggu pertama bagi saya sulit, galau, dan pikirannya kacau,” keluhnya.

Baca Juga: KONI dan Askab PSSI Kabupaten Bogor Berduka Atas Tewasnya Pemain Muda Persikabo Raychan Adji

Biasanya Marissa mengisi waktu kosong dengan membuka media sosial, saat itu ia alihkan untuk membaca buku dan menulis tentangnya di buku harian.

Kenyamanan hidup di dunia nyata dibanding dunia maya mulai ia rasakan. Menghubungi teman-teman untuk sekedar berbincang di telfon itu membuatnya lebih menghargai waktu.

Kunci keberhasilan berpuasa media sosial adalah mengisi waktu-waktu luang dengan melakukan aktifitas yang lebih bermanfaat di dunia nyata.

Baca Juga: Resmi, Persib Lepas Indra Mustafa ke Borneo FC

Ketika berhasil puasa media sosial, Marissa merasakn pikirannya kembali utuh. Seperti mengangkat beban psikologis yang ada dipundak tanpa kita sadari.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran