Lebih dari 30 Profesor dan Sarjana Studi Korea Ajukan Petisi Terkait Sejarah dalam Drama 'Snowdrop'
Pada Minggu, 10 Januari 2022, sudah lebih dari 30 profesor besar di Korea Selatan dan sarjana studi Korea telah mengajukan petisi Snowdrop
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pada Minggu, 10 Januari 2022, sudah lebih dari 30 profesor besar di Korea Selatan dan sarjana studi Korea telah mengajukan petisi terkait drama 'Snowdrop'.
Mereka berkumpul untuk mengajukan petisi resmi kepada presiden Disney Plus Asia-Pasifik mengenai keprihatinan sejarah atas drama 'Snowdrop'.
Petisi tersebut telah disusun bersama oleh beberapa profesor studi Korea dari berbagai institusi.
Baca Juga: KBS Tunda Penayangan Drama 'Dear.M' Sampai Kasus Bullying Park Hye Soo Selesai
Diantaranya dari Ewha Womans University, Pusan National University, The George Washington University, dan lainnya. Serta kandidat Ph.D dari Princeton University, Harvard University, University of Toronto, dan lain lain.
Petisi yang diajukan kepada pihak Disney Plus ini membahas dua keprihatinan sejarah utama dalam drama 'Snowdrop'.
"Kami tidak menulis untuk meminta Anda menghentikan streaming pertunjukan. Sebaliknya, kami menulis untuk meminta perusahaan Anda mencari ahli.. untuk memeriksa dengan cermat referensi sejarah yang dibuat dalam pertunjukan, dan pertimbangkan sendiri cara referensi sejarah tersebut digunakan," isi dari petisi tersebut.
Baca Juga: Karena Hal Ini, Ustadz Hanan Attaki Ingatkan Untuk Mengakui Kebodohan di Hadapan Allah
Baca Juga: Foto: Herry Wirawan Guru Pencabul Santriwati Dituntut Hukuman Mati
"Kami membuat permintaan ini karena kami tidak percaya bahwa Disney Plus sebagai platform global menyadari konteks sejarah dan sosial-politik di mana acara ini ada, dan kami percaya bahwa platform harus membuat keputusan yang tepat ketika menyiarkan secara global set acara baru-baru ini. Sejarah Korea yang masih relevan (1987)," lanjut isis petisi tersebut.
Kekhawatiran pertama para pembuat petisi ini membahas terkait referensi ke tokoh sejarah kehidupan nyata Cheon Young Cho dalam pemodelan karakter utama wanita, sebuah masalah yang sebelumnya menjadi berita utama bahkan sebelum pemutaran perdana drama.
Tak hanya itu, petisi ini juga membahas tentang referensi potensial untuk suami Cheon Young Cho, Jeong Mun Hwa, aktivis gerakan demokrasi lainnya.
Baca Juga: Foto: Peresmian RSUD Bandung Kiwari
Perhatian kedua membahas karakter Eun Chang Su yang diperankan oleh Heo Jun Ho merupakan ayah dari pemeran utama wanita Eun Young Ro yang diperankan oleh Jisoo BLACKPINK.***(Irma Nurfajri Aunulloh)
Editor : inilahkoran


